fbpx
November 28, 2016

28 November, Hari Dongeng Nasional: Tumbuhkan Minat Baca Anak Indonesia

Smart Leaders, tahukah Anda??

Mengapa tanggal 28 November dipilih sebagai Hari Dongeng Nasional? Ya, karena pada tanggal tersebut adalah bertepatan dengan hari lahir bapak dongeng indonesia, Drs. Suyadi atau yang kita lebih mengenalnya dengan sosok Pak Raden. Drs. Suyadi adalah pencipta Si Unyil, sebuah film seri televisi Indonesia. Suyadi menciptakan Si Unyil agar terdapat acara mendidik untuk anak-anak Indonesia pada tahun 1980-an. Sejak Tokoh Si Unyil ini muncul, banyak sekali buku dongeng dan buku-buku bacaan penuh wawasan untuk anak bermunculan, bahkan yang dulunya tidak di minati menjadi trending topik karena kerja keras Bapak Suyadi ini.

Drs. Suyadi atau yang lebih dikenal Pak Raden, Terima kasih kami ucapkan kepadamu Pak Raden (via:www.biografipedia)
Drs. Suyadi atau yang lebih dikenal Pak Raden, Terima kasih kami ucapkan kepadamu Pak Raden (via:www.biografipedia)

Menyadari akan manfaat mendongeng dan melihat pentingnya permasalahan tersebut, maka pada tanggal 28 November 2015, pemerintah Indonesia menetapkan sebagai Hari Dongeng Nasional (HDN). Dengan adanya penetapan tersebut, menjadikan kita para orang tua dan bangsa indonesia lebih menyadari akan semangat mendongeng kepada generasi penerus bangsa.

Perlu diketahui bahwa minat membaca bangsa kita saat ini sangatlah rendah. Berdasarkan studi mengenai “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara yang disurvei soal minat membaca. Indonesia tepat berada di bawah Thailand (urutan ke-59) dan di atas Bostwana (uritan ke-61), sebuah negara miskin di benua Afrika. Sungguh memprihatinkan. Padahal kita mengetahui bahwa kemajuan sebuah bangsa berhubungan erat dengan budaya literasi masyarakatnya. Bahkan menurut sebuah survey baru-baru ini yang dilakukan pada 500 anak usia 3 sampai 8 tahun di Inggris,dikatakan bahwa 75% dari mereka mengingingkan ayah dan ibunya untuk meluangkan waktu khusus membacakan cerita sebelum mereka tidur. Permintaan mereka terutama tertuju pada Sang Ibu. Survei ini pun jika dilakukan di Indonesia bisa dipastikan akan menghasilkan pernyataan yang sama.

Dongeng anak Indonesia, ajarkan budi pekerti dan karakter pada anak, via https://cdn.sindonews.net
Dongeng anak Indonesia, ajarkan budi pekerti dan karakter pada anak, via https://cdn.sindonews.net

Mendongeng atau membacakan cerita kepada anak adalah sebuah aktivitas yang sangat membahagiakan. Manfaatnya pun banyak, diantaranya adalah membantu perkembangan psikologis dan kecerdasan emosional mereka. Dengan dibacakannya cerita – cerita, anak-anak pun akan mengasah rasa empatinya kepada tokoh atau kisah yang diceritakan kepadanya. Menambah wawasan dan ia mendapatkan contoh teladan yang baik. Tak hanya itu, membacakan cerita membantu anak dalam meningkatkan keterampilan berbahasa, mengembangkan imajinasi serta menumbuhkan minat membaca. Banyak studi yang telah membuktikannya. Salah satu yang paling menarik adalah studi tentang data statistik di Amerika Serikat. Studi tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang pintar di sekolah di Amerika serta menjadi seorang pembaca yang baik, ternyata memiliki orangtua yang rajin membacakan buku pada mereka.

Mengingat kebaikan – kebaikan yang di dapat dari membacakan dongeng atau cerita untuk anak, maka tidak ada kata terlambat untuk kita kembali memperbaiki rutinitas menyenangkan tersebut. Seperti halnya bagi si anak, tak ada kata terlalu dini untuk mendengarkan sebuah cerita seru dari ayah-bundanya. Buatlah sesi membacakan cerita menjadi interaktif.  Mari kita kembali menyediakan waktu setidaknya setengah jam pada malam hari sebelum anak terlelap. Dengan upaya ini, kita telah membantu dalam menciptakan generasi bangsa indonesia yang  memiliki minat baca yang tinggi.

~ Artikel ini sudah dibaca 12 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!