fbpx
December 28, 2017

3 Rahasia Meminta Maaf secara Tulus

 

Smart Leaders, setiap orang pasti melakukan kesalahan, tidak ada seorang pun yang sempurna. Yang terpenting dari sebuah kesalahan adalah apa yang akan Anda lakukan berikutnya. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah meminta maaf.

Sebagai seorang pemimpin, meminta maaf terkadang menjadi hal yang sulit dilakukan. Sering kali hal pertama yang dilakukan pemimpin ketika melakukan kesalahan adalah berusaha menutupinya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh The Forum Corporation menunjukkan hanya 19%  pemimpin yang melakukan permintaan maaf, karena mereka khawatir permintaan maaf akan membuat mereka terlihat tidak kompeten dan lemah.

Journal of Business Ethics mempublikasikan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa pemimpin yang meminta maaf atas kesalahannya akan terlihat sebagai seorang yang kuat dan menginspirasi. Meminta maaf menunjukkan Anda tidak sempurna dan memiliki kelemahan. Namun, itu menunjukkan Anda bersedia bertanggung jawab atas tindakan dan kegagalan serta menjadikannya sebagai kesempatan bertumbuh. Jika sebagai atasan Anda bersedia mengakui kesalahan Anda, maka karyawan Anda juga akan melakukannya.

Banyak hal yang harus diperbaiki setelah sebuah kesalahan, tapi jika Anda ingin melangkah dengan benar, sebuah permintaan maaf akan menjadi sebuah kekuatan. Anda harus melakukannya dengan benar dan tulus. Enterpreneur.com menuliskan langkah-langkah supaya permintaan maaf Anda tulus dan dipercayai anak buah Anda.

  1. Bangun kembali rasa aman

Saat Anda mengecewakan tim, biasanya akan ada waktu bagi anak buah Anda merasa takut dan tidak aman. Orang yang berada dalam kondisi goyah akan sulit memercayai orang lain. Jadi, persiapkan beberapa jam tambahan dan lakukan hal yang diperlukan untuk meringankan rasa tidak aman. Hal ini bisa berarti menjadwalkan lebih banyak tatap muka atau melakukan review performa lebih awal. Tunjukkan Anda masih memegang kendali, sehingga anak buah Anda akan memercayai Anda lagi.

  1. Tanya mengapa

Kesalahan besar—ironisnya—juga menjadi waktu yang baik untuk menginspirasi kembali. Tanyakan pada diri Anda mengapa Anda melakukan hal itu dan mengapa itu penting. Kemudian, tegaskan perasaan itu dengan karyawan Anda.

  1. Lanjutkan perjalanan Anda

Setelah Anda menyesal, waktunya melanjutkan perjalanan Anda. semakin cepat Anda bisa memperbaiki masalah tersebut, maka anak buah Anda juga akan semakin cepat melangkah maju. Permintaan maaf Anda di akan jadi sebuah jalan panjang, namun setelahnya akan mendapatkan kepercayaan dari klien, investor, dan anak buah.

Smart Leaders, jangan jadikan kesalahan sebagai hal yang menghambat pertumbuhan Anda. Jadikan kesalahan sebagai titik tolak bertumbuh menjadi lebih baik.

Temukan cara bangkit dari kegagalan dengan membaca buku Failing Forward karya John C. Maxwell.

~ Artikel ini sudah dibaca 35 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!