fbpx
January 30, 2018

4 Cara Naik Tingkat dari Manajer ke Pemimpin

Smart Leaders, seorang manajer belum tentu seorang pemimpin. Manajer yang baik akan mengelola pekerjaan dengan efektif, mengatur pekerjaan sehingga tenggat waktu bisa tercapai. Seorang manajer bisa diandalkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan tepat waktu, tapi pemimpin memiliki tingkatan yang lebih tinggi.

Seorang pemimpin memiliki visi dan mengetahui cara menginspirasi tim untuk mencapai level lebih tinggi. Pemimpin bisa membuat anak buahnya memberikan hasil terbaik dalam dirinya. Singkatnya, manajer mengendalikan dan pemimpin menumbuhkan.

Ashley Stahl, career coach dan kontributor pada Forbes.com, menuliskan ada empat langkah yang bisa ditempuh untuk meningkatkan kualitas diri dari manajer menjadi pemimpin.

  1. Meninggalkan egonya

Seorang pemimpin memberikan perhatian terhadap anak buahnya. Ia mengetahui kualitas dan potensi masing-masing anggota timnya. Ia bersedia menumbuhkan orang lain, meninggalkan egonya untuk membantu orang lain berkembang.

Selain itu, pemimpin bersedia mendengarkan ide orang lain, mengakui kelemahan dan kekurangannya. Ia tidak membiarkan ego menguasai dirinya, sehingga membuatnya malu mengakui kekurangannya. Anak buah akan menghargai Anda jika Anda bersedia meninggalkan ego dan membuat mereka merasa didengarkan serta dihargai.

  1. Menjadi seorang pendengar yang baik

Seorang pemimpin mendengarkan semua orang, bahkan orang yang mungkin tidak memiliki pengalaman sebanyak yang lain. Pemimpin terbaik bersedia mendengarkan saran dan kritik dari orang lain, dan memastikan setiap orang terlibat.

Salah satu cara meningkatkan partisipasi dari bawahan Anda adalah dengan mengadakan pertemuan tim mingguan untuk mengumpulkan ide dan saran dari setiap orang. Cara ini akan meningkatkan mental tim, menunjukkan keinginan Anda serta menyambut ide brilian dari bawahan.

  1. Memiliki kesehatan emosional

Kecerdasan emosional itu penting, namun kesehatan emosional memastikan ketahanan Anda di waktu sulit dan penuh ketidakpastian. Kesehatan emosional merupakan kemampuan menahan diri di saat naik dan turunnya kehidupan Anda.

Pemimpin dan manajer dibedakan dari cara mereka mengatasi kegagalan. Seorang pemimpin yang baik akan menjadikan kegagalan dan kemunduran sebagai pembelajaran untuk perbaikan dan pertumbuhan tim.

  1. Meninggalkan zona nyaman

Seorang pemimpin menyadari bahwa terlalu lama berdiam di zona nyaman akan menghambat pertumbuhannya dan tim. Bergerak dari zona nyaman membutuhkan keberanian dan kemauan yang kuat. Seorang manajer cenderung mempertahankan status quo, berusaha sebisa mungkin tidak mengambil risiko yang bisa merusak keteraturan yang telah disusunnya.

Smart Leaders, pemimpin dan manajer sama-sama tahu cara menyelesaikan pekerjaan, tapi pemimpinlah yang bisa menginspirasi timnya untuk melakukan inovasi. Jika Anda siap melangkah masuk ke peran kepemimpinan, sekaranglah waktu untuk melakukan lebih dari yang diharapkan, dan mengembangkan tim untuk melakukannya juga.

Setiap orang memiliki potensi kepemimpinan dalam dirinya. Temukan potensi kepemimpinan dalam diri Anda dengan membaca buku kepemimpinan berjudul Developing The Leader Within You karya John C. Maxwell.

~ Artikel ini sudah dibaca 17 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!