fbpx
November 24, 2017

5 Kesalahan Umum Para Pemimpin

Banyak orang melangkah ke dunia kepemimpinan sebelum mereka siap. Banyak faktor mereka diangkat jadi pemimpin, entah itu karena ada koneksi dengan orang lain, atau karena performa mereka paling bagus di antara lainnya.

Akibatnya, mereka lebih menyukai terlihat sebagai pemimpin daripada memupuk kualitas kepemimpinannya. Mereka ingin terlihat sebagai atasan lebih daripada merefleksi diri apakah mereka telah bekerja dengan baik.

Seperti telah dilansir Forbes.com, berikut lima kesalahan umum para pemimpin—dan cara Anda menghindarinya.

  1. Bingung antara delegasi dan kendali

Untuk kebanyakan orang, menjadi pemimpin berarti mengatakan orang lain apa yang harus mereka lakukan. Mereka memandang perannya sebagai seseorang yang menjawab semua pertanyaan. Mereka ingin orang-orang bertanya kepada mereka, sebagai bukti mereka mengetahui lebih banyak dari orang lain.

Pemimpin sejati melihat ini sebagai skenario terburuk. Mereka lebih memilih membangun tim yang bisa dipercaya menangani berbagai hal. Mereka tidak suka menjawab semua pertanyaan yang muncul, karena itu menandakan mereka belum membangun tim yang kuat.

Menjadi pemimpin bukan berarti menjadi seseorang yang tahu semuanya. Menjadi pemimpin berarti memiliki kesadaran membangun tim dan mengelilingi diri dengan orang-orang yang mampu sehingga bisa fokus pada hal paling penting.

  1. Lebih peduli jabatan daripada syarat seorang pemimpin

Kebanyakan pemimpin bergantung pada kata-kata “Saya pemimpinnya, Anda harus mendengarkan saya.” Ketika Anda harus mengingatkan anak buah Andalah pemimpinnya, Anda telah kehilangan otoritas. Pemimpin sejati tidak pernah harus mengingatkan orang lain siapa yang memimpin, karena mereka telah memercayai mereka.

Sayangnya, banyak pemimpin lebih peduli disebut manajer, presiden atau CEO daripada memedulikan hal yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin efektif. Jabatan bukan kualitas nyata pemimpin, itu hanya sebutan saja. Pemimpin sejati lebih memedulikan tujuan dan memberdayakan orang di sekitar mereka untuk melakukan pekerjaan hebat. Hasilnya, orang lain melihat mereka sebagai pemimpin.

  1. Ingin diakui untuk keberhasilan, tapi menyalahkan orang lain dalam suatu kegagalan

Sering terjadi, jika suatu proyek atau pekerjaan berhasil, maka pemimpin maju dan menerima pujian. Ketika sesuatu tidak berjalan baik dan terjadi kegagalan, pemimpin adalah orang pertama yang menunjuk menyalahkan.

Pemimpin sejati melakukan sebaliknya. Mereka menjadi orang pertama yang bertanggung jawab terhadap kegagalan, dan menjadi orang terakhir yang menerima pujian. Mereka memimpin dengan teladan, lalu menunjukkan cara menjadi rendah hati.

  1. Bekerja lebih sedikit dari orang lain, tapi mengharapkan lebih dari orang lain

Banyak calon pemimpin bekerja keras demi mendapatkan kesempatan memimpin. Mereka membangun kebiasaan baik, membuktikan diri mereka dan mencoba menggapai posisi lebih baik. Tapi kebiasaan baik ini bisa langsung hancur ketika mereka menjadi pemimpin. Mereka merasa bisa bekerja separuh dari orang lain, tapi berharap dibayar lebih dengan fasilitas yang lebih pula.

Pemimpin sejati tidak berpikir demikian. Mereka bekerja jauh lebih keras saat mereka berada di posisi memimpin. Pemimpin adalah yang menetapkan standar, tapi berada di atas standar tersebut.

  1. Memperlakukan orang lain seperti mereka diperlakukan

Tidak ada kelas kepemimpinan di sekolah atau perguruan tinggi. Kemampuan memimpin diturunkan dari pemimpin sebelumnya. Kebanyakan pemimpin memperlakukan orang lain sebagaimana mereka diperlakukan—kebanyakan tidak terlalu baik.

Pemimpin sejati berbeda. Mereka sering berkaca tentang cara mereka memimpin. Mereka mengembangkan cara, taktik memimpin yang disesuaikan dengan kondisi anak buahnya. Mereka bekerja keras menciptakan sistem kepemimpinannya sendiri, memperbaikinya dari waktu ke waktu untuk mendapatkan hasil terbaik.

Pemimpin sejati tidak terjebak dalam kesalahan di atas. Mereka terus menerus melakukan proses memperbaiki diri.

Temukan jawaban dari pertanyaan Anda tentang kepemimpinan pada buku Good Leader Ask Great Questions.

 

 

~ Artikel ini sudah dibaca 30 kali

Share yuk!

2 thoughts on “5 Kesalahan Umum Para Pemimpin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!