November 14, 2017

5 Langkah Memunculkan Inovasi dan Meningkatkan Budaya Kerja

Meningkatkan kontrubusi karyawan sementara terus menerus memperkuat karyawan Anda terlihat memakan banyak biaya. Namun, menurut Maxine Attong, penulis Lead Your Team to Win: Achieve Optimal Performance by Providing a Safe Place Employees, tidak begitu.

“Anda tidak harus menambahkan bahan baru yang mahal ke dalam masakan, cukup tahu cara menggunakan bahan-bahan Anda dengan benar,” katanya. “Koki berbakat—dalam kasus ini, pimpinan perusahaan atau organisasi—mengetahui cara supaya rasa bahan-bahan itu keluar dengan sendirinya, mungkin dengan sedikit sentuhan bumbu atau bimbingan.”

Apakah bimbingan ini berupa kompetisi atau insentif? “Ternyata tidak juga. Sebagian besar karyawan ingin masukan lebih banyak,” ujar Attong. “Bagaimana pun, masalah pribadi, takut ditertawakan, atau cemas tidak diakui menjadi penghalang kontribusi karyawan Anda.”

Jika pemimpin bisa memunculkan rasa kepercayaan yang sejati, organisasi itu akan diuntungkan dari kecerdasan individiu sekaligus tim. Seperti yang disampaikannya kepada reliableplant.com, Attong menawarkan lima langkah untuk mencapainya.

Berbagi Tanggung Jawab

Keterbukaan akan mendorong anggota tim dan pemimpinnya memperkuat aturan. Jika ada yang melanggar aturan, tim akan mendiskusikan masalahnya dan memutuskan sanksi serta langkah berikutnya supaya aturan tetap ditegakkan.

Konsisten

Tim harus konsisten menjalankan aturan yang telah disetujui bersama-sama. Mengikuti aturan mengakibatkan tindakan seseorang bisa diprediksi, membatasi ketidakpastian dan meningkatkan rasa aman. Aplikasi aturan yang konsisten membantu tim meningkatkan kepercayaan.

Tidak Menghakimi

Anggota tim harus merasa mereka tidak dihakimi. Jika seseorang berkata sebuah ide tersebut buruk, pemilik ide akan menutup diri dan merasa dipermalukan. Berikutnya, ia akan enggan memberikan ide lagi. Jangan langsung menghakimi ide, saran atau kritik yang diberikan seseorang. Tampung ide tersebut, sehingga akan meningkatkan kepercayaan diri orang, dan mereka tidak ragu memberikan lagi ide mereka. Walaupun ide tersebut terkesan aneh dan unik, terkadang itu bisa memberikan hasil yang baik.

Niat Baik

Tidak semua anggota tim mampu berkomunikasi dengan baik. Hal ini menyebabkan beberapa orang sulit mengekpsresikan pemikiran mereka. Asumsikan semua anggota tim memiliki niat baik dan ingin hasil positif. Ketika mendengarkan, pemimpin tidak langsung bereaksi dan mengamati situasi terlebih dahulu, bahkan ketika apa yang didengar tidak menunjukkan niat baik. Setelah situasi tenang, ia kemudian bertanya untuk menjernihkan situasi.

Normal

Pada titik ini, anggota tim akan nampak saling mendukung dan ada semangat kebersamaan. Jangan tertipu, ini tidak berarti tim Anda telah normal—setiap anggota tim membuat keputusan untuk mencapai tujuan tim. Hal ini berarti ada ruangan aman yang membuat mereka melihat satu sama lain dengan netral serta menerima kekuatan dan kelemahan masing-masing. Walau terlihat semua masalah di dalam tim hilang, tapi pemimpin harus tetap memperhatikan tim, mengadakan pertemuan rutin dan membuat sesi team building.

 

~ Artikel ini sudah dibaca 2 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!