fbpx
July 3, 2015

Bagaimana Caranya Sukses dengan Pemimpin yang Sulit Diajak Bekerja Sama?

Jenis pemimpin buruk sama banyaknya dengan jenis manusia di dunia ini, dan kesulitan yang ditimbulkan mereka pun berbeda. Namun, hasil dari kepemimpinan mereka selalu sama. Anggota tim yang mereka pimpin, begitu pun perusahaan mereka, menderita luar biasa.

Kendati setiap masalah itu unik, proses menemukan solusi yang positif terbilang mirip dalam hampir segala situasi. Jika Anda bekerja pada pemimpin yang buruk atau sulit dan ingin membenahi situasi, lakukan persiapan dan carilah pemecahan masalahnya dengan hati-hati. Ini akan meningkatkan peluang Anda untuk meraih hasil yang positif. Bagaimanapun, awali proses itu dengan harapan yang realistis. Banyak pemimpin yang buruk tidak menyambut baik saat metode mereka disangsikan. Jadi, Anda pun perlu menyiapkan diri untuk kemungkinan gagal.

Namun jangan juga menghindari tugas itu, terutama bila interaksi Anda dengan pemimpin melanggar nilai-nilai, mengikis kepercayaan diri, atau merusak kemampuan Anda meraih sukses dalam pekerjaan. Bergeraklah maju. Berikut cara yang bisa Anda tempuh:

  1. Galilah apakah Anda mungkin sumber masalahnya.
    Menuding kesalahan orang lain memang mudah, tapi saat kita melakukan itu, kadang kita lupa menguji diri kita untuk melihat sumbangsih kita di dalamnya.
  1. Tentukan apakah Anda memiliki bukti yang spesifik untuk mendukung pendapat Anda.
    Semua orang berhak beropini, tapi tidak berhak menyampaikan fakta yang keliru. Sebelum memutuskan untuk bertemu dengan pemimpin, pastikan bahwa konflik atau masalah yang Anda lihat dilandasi oleh bukti-bukti yang solid—bukan sekadar perasaan, desas-desus dari orang lain, atau dugaan.
  1. Nilailah pengaruh dan kredibilitas Anda di mata pemimpin.
    Anda boleh saja benar dan menghimpun semua fakta, tapi jika Anda tak memiliki pengaruh pada pemimpin, upaya Anda pasti gagal.
  1. Pikirkan semua kemungkinan hasil.
    Ketika mayoritas orang tidak puas dengan pemimpin dan situasi di tempat kerja, mereka kemudian mengeluh pada sesama rekan sejawat. Padahal, dengan berencana mengajak pemimpin bicara, Anda berusaha melakukan hal yang benar. Namun lakukan itu jika Anda telah siap dengan konsekuensinya.
  1. Putuskan untuk bertindak.
    Pada poin ini Anda perlu mengambil keputusan. Untuk melakukan hal yang benar, ambillah tindakan atau terima situasi sebagaimana adanya.
  1. Ajaklah pemimpin Anda bicara empat mata.
    Salah satu kesalahan terburuk yang bisa Anda lakukan pada pemimpin yang sulit adalah mengkritik atau mengecam mereka di depan umum. hasilnya pasti sama-sama kalah.
  1. Bertemulah, uraikan keluhan Anda, dan carilah solusi yang kolaboratif.
    Ketika bertemu dengan pemimpin, sebaiknya Anda tidak melampiaskan kemarahan atau membalas perlakuannya. Intinya bukanlah mengeluh, melainkan menemukan solusi yang positif.
  1. Putuskan apakah Anda perlu bertahan atau ini saatnya pergi.
    Setelah menjumpai pemimpin, Anda perlu memutuskan: akankah Anda bertahan atau pergi?
  1. Jika Anda memutuskan untuk tinggal, berikan yang terbaik dan dukung pemimpin Anda secara terbuka.
    Jika Anda ingin bertahan dan tetap bekerja sama dengan pemimpin Anda, ajukan dua pertanyaan penting ini pada diri Anda:
    Akankah saya mampu menambahkan nilai?
    Akankah saya mampu tetap jujur pada diri sendiri?
    Jika jawaban dari kedua pertanyaan itu adalah tidak, lebih baik jika Anda pergi. Namun jika Anda dapat menambahkan nilai dan tetap jujur dengan diri sendiri, nyatakan dukungan kepada pemimpin Anda secara terbuka.

 

Untuk mengembangkan kepemimpinan Anda, temukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan lainnya dalam buku Good Leader Ask Great Questions karya John C. Maxwell.

~ Artikel ini sudah dibaca 4 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!