fbpx
March 30, 2017

Bingung Antara Karier dan Bisnis? Kini Saatnya Lebih Profesinal Yuk!

Smart Leaders,

Mengejar karier sambil menjalankan bisnis sampingan memang terdengar keren dan seru. Serunya bukan hanya sekadar penghasilan yang bertambah, tapi juga pusing mengatur waktunya antara pekerjaan tetap kita dan pekerjaan sampingan yang kita jalankan.

Bagi sebagian orang, melakoni dua hal pekerjaan sekaligus menjadi tantangan tersendiri. Keduanya punya tuntutan yang sama. Harus tetap profesional saat di kantor sekaligus fokus berbisnis. Berbisnis sambil terus berkarier bukan suatu bentuk kemustahilan. Asalkan memiliki manajemen waktu yang baik.

Bagi Smart Leaders yang ingin merasakan berbisnis dan berkarier di saat bersamaan, mari yuk simak beberapa hal yang mesti disiapkan seperti dikutip dari MIC Publishing berikut ini.

Smart Leaders harus mengoptimalkan waktu di kala akhir pekan Anda. Karna hanya akhir pekan yang bisa membantu Anda lebih mengembangkan bisnis.

via anwariz.com
via anwariz.com

Bila selama hari kerja Anda tidak bisa total mengurus bisnis, waktu yang paling cocok adalah saat akhir pekan. Anggap saja melakoni bisnis sampingan saat akhir pekan itu bagian dari refreshing. Tunda dulu pikiran bahwa akhir pekan itu waktu melepas penat. Konsekuensi dual status sebagai seorang pebisnis dan seorang pekerja karier menuntut semua celah waktu dimaksimalkan seoptimal mungkin.

Tapi Anda tetap harus tenang, bekerja saat akhir pekan tidak selamanya penderitaan loh Smart Leaders. Semua pengorbanan Anda bekerja di akhir pekan akan terobati ketika bisnis sampingan semakin tumbuh dan maju.

 

Jika memang waktu yang padat menuntut Anda sementara waktu fokus di satu bidang, pekerjakan orang yang bisa Smart Leaders percaya.

via nationalpeo.com
via nationalpeo.com

Mendelegasikan bisnis sampingan ke orang yang terpercaya juga menjadi opsi paling masuk akal. Tujuannya bukan karena ingin lepas tangan, tapi semata-mata demi menjaga stabilitas pekerjaan di kantor.

Tinggal dipikirkan masak-masak pekerjaan apa saja yang hendak didelegasikan. Selain itu pertimbangkan juga upah yang layak sehingga yang bersangkutan juga semangat mengurusnya. Jadi Smart Leaders, harus punya pertimbangan khusus ya untuk hal ini, jika tidak semua karier dan bisnis Anda akan terbengkalai loh…

 

Pembagian waktu itu memang utama untuk mengurusi sebuah pekerjaan. Disiplin dan sadar diri kapan bekerja dan kapan berbisnis adalah hal yang sangat penting.

via www.payscale.com
via www.payscale.com

Smart Leader, bukan bermaksud meremehkan kemampuan multitasking karena setiap orang diwajibkan untuk memilikinya, tapi ada baiknya hindari menyelesaikan pekerjaan kantor bersamaan dengan bisnis Anda. Dalam satu waktu pikirkan tugas-tugas kantor, tapi di depan mata cari cara mencuri-curi waktu urus bisnis sampingan. Ujungnya, tidak ada satu pun yang tuntas. Akibatnya justru tugas kantor menumpuk dan bisnis terbengkalai. Lebih baik disiplin membuat jadwal. Ketika di kantor, full time pikirkan pekerjaan. Kemudian setelah office hour, baru konsentrasi untuk bisnis sampingan.

 

Karena kondisi keuangan yang tak menentu, jauhi bisnis yang menuntut Anda mengeluarkan modal besar. Berpikirlah untuk memulai bisnis sampingan yang bermodal kecil tapi cukup unik dan menarik.

via bigthink.com
via bigthink.com

Smart Leaders, sebaiknya carilah bisnis yang bisa berjalan tanpa modal besar. Bukan sekadar menekan risiko kerugian, tapi lebih pada kemampuan diri sendiri untuk mengurusnya. Ketika modal kecil, maka skala bisnis Anda pun ikutan kecil. Lantaran masih berstatus karyawan, bisnis skala kecil ini kemungkinan masih bisa diatasi seorang diri. Di samping itu, ketika modal yang dikeluarkan kecil maka tak perlu terlalu memaksakan. Beda kasus jika bisnis Anda ternyata terlihat ada progres dan menuntut waktu lebih banyak. Saat itulah baru dipertimbangkan untuk fokus di bisnis.

 

Jika Anda seorang pekerja full time dan pebisnis dan sudah crowded dengan masalah waktu. Anda bisa mencari kerjaan paruh waktu atau freelance sebagai pengganti pekerjaan full time Anda.                        

via phuketenglish.com
via phuketenglish.com

Smart Leaders, 9 to 5, artinya jam kerja kantoran rata-rata 8 jam sehari. Alhasil, pikiran dan tenaga bakal terkuras habis. Tentu bakal merasa bersalah jika karena bisnis sampingan digarap hanya dengan ‘sisa-sisa’ tenaga dan pikiran. Bila ini menjadi masalah, Anda dianjurkan untuk menghindari pekerjaan full time. Lebih bijak mencari pekerjaan part time atau freelancer. Jenis pekerjaan ini bisa fleksibel menyelesaikannya. Dan yang tak kalah penting, pekerjaan itu masih sesuai dengan minat dan keahlian yang dimiliki.

 

Daripada bingung memilih yang mana antara karier dan bisnis, lebih baik pertimbangkan strategi mana yang didahulukan.

via webershandwick.com
via webershandwick.com

Fakta yang beredar sampai sekarang adalah hal yang membuat orang enggan meninggalkan status karyawan lebih karena faktor keamanan. Sebab kita masih punya pendapatan tetap dan pasti, ditambah dengan fasilitas dari kantor. Ini berbeda dengan bisnis sampingan yang sifatnya masih spekulatif.

Hanya saja, jangan dipaksakan melakoni semuanya. Hindari niat serakah dan ingin dapat duit banyak dari dua pekerjaan yang sebenarnya sulit disatukan. Lebih baik pertimbangkan masak-masak. Ukur kemampuan dan kapasitas diri. Atau bisa juga bermain skala prioritas. Misalnya fokus di karier dulu hingga berhasil, baru memulai bisnis. Bisa juga sebaliknya.

Kesimpulannya, bekerja sambil berbisnis memang menyenangkan. Tapi faktanya tak semenyenangkan yang dikira. Keduanya sama-sama menuntut perhatian. Tinggal bagaimana menyusun aturan main. Kalau bekerja sambil bisnis ternyata bisa, kenapa tidak?

~ Artikel ini sudah dibaca 6 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!