fbpx
August 4, 2017

Bos Sosial Media yang Sukses Lewat Telegram, Pavel Durov!

“Kami tidak akan pernah mengkompromikan sebuah nilai hanya untuk meningkatkan keuntungan.”-Pavel Durov

Hai Smart Leaders,

Siapa nih yang masih aktif menggunakan telegram sebagai salah satu sosial medianya? Akhir-akhir ini nama Pavel Valeryevich Durov sering jadi sorotan media dunia akibat kontroversinya mempertahankan privasi pengguna aplikasi Telegram loh. Tapi jangan dulu buru-buru kita buang nama Durov dari daftar orang berpengaruh, apalagi mampu memotivasi kita untuk sukses. Justru kita harus salut dengan konsistensi dari seorang  Pavel Durov ini.

via https://cdn.brilio.net
via https://cdn.brilio.net

Majalah bisnis Forbes pernah menuliskan tajuk yang menyatakan bahwa Pavel Durov merupakan versi Mark Zuckerberg-nya Rusia loh. Kesuksesan Mark Zuckerberg atas Facebook juga nampaknya sebelas dua belas dengan kesuksesan Pavel Durov dengan aplikasi messenger yang ia punya, yaitu Telegram. Telegram terkenal dengan aplikasinya yang ringan, mudah digunakan sekalipun Smart Leaders sedang minim jaringan, dan terjamin kerahasiaannya. Inilah yang membuat nama Pavel Durov mencuat ke permukaan. Namun setelah dikulik, ternyata Pavel Durov merupakan seseorang yang memiliki karakter kuat dan konsisten. Yuk simak ulasan berikut ini!

#Bukan tanpa perjuangan, seorang Pavel Durov juga sudah pernah merasakan sakitnya sebuah penolakan

Sebuah penolakan memang menyakitkan. Di awal suksesnya, Pavel Durov juga merasakan bagaimana sakitnya ditolak. Ia harus mengambil keputusan berat untuk meninggalkan perusahaannya sendiri dan meninggalkan negara kelahirannya sendiri. Saat itu ia mendirikan vk.com atau biasa dikenal dengan Vkontakte, sebuah medial sosial mirip Facebook untuk membagikan berbagai informasi. Vkontakte juga berkembang pesat di Rusia. Namun setelah kerahasiaan Vkontakte dicampuri oleh Vladimir Putin untuk urusan politik, Durov pun mengundurkan diri. Ia menilai, sebuah kekuasaan sekalipun tidak bisa membeli prinsipnya untuk menjaga kerahasiaan dan data pengguna Vkontakte.

#Pavel Durov memutuskan untuk meninggalkan Rusia, membangun perusahaan baru, dan mengatakan bahwa ia tidak berencana kembali ke negara kelahirannya

Bisa dibilang Pavel Durov mengambil sebuah langkah besar dalam hidupnya. Akibat dikhianati oleh perusahaannya sendiri, ia kemudian mencoba membangun lembaran baru dan tidak berencana kembali ke Rusia. Dari situlah aplikasi messanger Telegram lahir dan mampu bersaing dengan aplikasi messanger populer yaitu WhatsApp. Faktor yang membuat Telegram kuat bersaing adalah karena kerahasiaan data pengguna serta ringannya aplikasi. Sekalipun minim jaringan, aplikasi ini sangat cepat dalam menerima dan mengirim pesan.

#Konsistensi Pavel Durov ini yang bikin salut. Sekalipun banyak orang yang bertolak belakang dengannya, ia tetap bertahan dengan sebuah alasan masuk akal

Pavel Durov tidak pernah mengorientasikan perusahaannya ini demi uang. Menurutnya, konsistensi dan nilai yang ia pegang lebih penting daripada itu. Sehingga Telegram juga bisa dibilang merupakan aplikasi yang ‘murah’ karena tidak banyak menjaring paket data di ponsel Anda. Ia bisa saja mengubah Telegram menjadi aplikasi yang berbayar murah untuk mendapatkan donatur demi modal perusahaannya. Namun yang terjadi, ia mendonasikan kekayaan pribadinya untuk perusahaan.

#Sosoknya yang tampan dan karakter kepribadiannya yang Metalica juga banyak jadi sorotan

Sebagai manusia biasa, tidak munafik kalau terkadang kita melihat seseorang lewat penampilannya dulu. Sosok ganteng Pavel Durov bahkan sering jadi idola cewek-cewek belakangan ini. Pria 32 tahun ini juga punya penampilan unik karena selalu mengenakan baju berwarna hitam. Sebagai orang yang masuk daftar pengusaha terkaya di Rusia, ia terus melakukan perjalanan ke seluruh dunia. Uang baginya bukanlah hal yang penting.

Terlepas dari kontroversi Telegram yang saat ini sudah diblokir di Indonesia karena dinilai menjadi gerbang komunikasi teroris, kita patut belajar dari sebuah konsistensi Pavel Durov. Meskipun dalam hal ini ia telah ikut memblokir ratusan jaringan komunikasi teroris yang ditemukannya di Telegram, menurutnya teroris akan terus mencari aplikasi-aplikasi lain yang bahkan lebih aman dari Telegram. Ia pun berkata bahwa ia tidak mendukung jaringan teror di dunia, namun caranya bukan dengan cara memblokir Telegram dan melanggar privasi 99% pengguna Telegram lainnya yang bukanlah teroris. Prinsipnya yang kuat bisa menjadikan kita lebih mawas diri akan pandangan dan cara berfikir kita yang lebih sering berubah-ubah dan tidak tegas.

Yuk introspeksi diri. Semoga sukses!

sumber: Hipwee.com

~ Artikel ini sudah dibaca 17 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!