fbpx
December 28, 2016

Burn Out Akibat Bekerja, Ini Cara Mengatasinya

Smart Leaders, pernah dengar istilah “burn out“? “Burn out” merupakan  istilah psikologi yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kegagalan dan kelesuan akibat tuntutan yang terlalu membebankan tenaga dan kemampuan seseorang. Buat Anda yang sudah bekerja atau berkarier, pasti pernah berada dalam kondisi “burn out”, yaitu ketika Anda sudah merasa sangat lelah dan tak bersemangat lagi untuk bekerja.
Istilah “burn out” pertama kali diperkenalkan oleh Freudenberger pada tahun 1974. Penelitian mengenai topik ini awalnya dilakukan di bidang pendidikan, terutama pada guru yang mengalami penurunan kinerja yang disebabkan oleh “burn out”.

Beberapa tanda Smart Leaders mengalami “burn out“, antara lain rasa lelah yang luar biasa, merasa frustrasi, mengalami gangguan kognitif, emosi jadi negatif, selalu merasa tidak puas, kesehatan mulai terganggu, pikiran terus terbayang pekerjaan meskipun sudah tak lagi berada di kantor, dan kinerja yang makin menurun. Kalau dibiarkan terus dan tak diatasi, dampaknya bisa sangat berbahaya dan berisiko bagi kesehatan fisik dan mental Anda. Untuk mengatasinya, ada beberapa tips yang dilansir dari psychologytoday.com yang bisa kita ikuti. Let’s check this out!

Ambil Waktu Jeda
Cari waktu luang, ambil kertas dan bolpoin. Tuliskan sejumlah hal atau kondisi yang akhir-akhir ini membuat Anda merasa depresi atau tertekan. Tuliskan pelan-pelan saja, tak usah buru-buru. Yang penting Smart Leaders rileks dan bisa merasa tenang dengan menuliskan semuanya.

Temukan Cara Lepaskan Stres
Dari setiap kondisi yang membuat Smart Leaders tertekan, tulis cara untuk melepaskan stres. Pilih dan gunakan cara yang sekiranya bisa Anda lakukan saat itu juga dan tak menghabiskan terlalu banyak waktu.

Buat Prioritas Baru
Jangan melakukan semua hal sendirian. Anda perlu bikin prioritas baru. Ada hal-hal yang sudah seharusnya Anda tinggalkan. Hentikan kegiatan yang sudah tak terlalu penting lagi, delegasikan ke orang lain. Lalu pilih kegiatan atau aktivitas tertentu saja untuk Smart Leaders lakukan. Yang penting Anda tak terlalu membebani diri Anda lagi.

Selalu Ambil Waktu Istirahat
Jangan remehkan waktu istirahat. Sebanyak apapun pekerjaan yang Anda tangani, selalu luangkan waktu untuk istirahat. Biar fisik dan mental Smart Leaders tidak langsung nge-drop atau lemah.

Liburan!
Nah, liburan itu juga penting, lho. Sesibuk dan sepadat apapun jadwal kerja Anda, sisihkan waktu untuk liburan juga. Ini penting agar pikiran Smart Leaders tetap segar dan Anda bisa beraktivitas dengan lebih baik di kemudian harinya.

Hang Out dengan Orang-Orang Baru

Keluarlah dari lingkaran social Anda untuk sementara waktu. Temuilah orang-orang baru. Mengobrol dan jalan-jalanlah dengan mereka. Cara ini akan membantu And menemukan sudut pandang baru dan perspektif yang memberikan kesegaran dalam berpikir dan bekerja.

Intinya adalah sayangi tubuh dan pikiran, Smart Leaders. Kerja keras dan sungguh-sungguh itu perlu. Tapi jangan sampai lupa diri. Anda juga perlu memperhatikan kesehatan fisik dan mental. Tak selamanya Smart Leaders bisa memvorsir diri Anda untuk bekerja terus karena dampaknya Smart Leaders bisa jatuh sakit di kemudian hari.

 

~ Artikel ini sudah dibaca 9 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!