fbpx
February 27, 2018

Cara Beralih dari Seorang Ahli Menjadi Manajer Efektif

Smart Leaders, dalam menempuh perjalanan menjadi seorang manajer, ada hal menarik terjadi. Keahlian teknis Anda—pengetahuan dan kemampuan yang membuat Anda bisa memberikan kontribusi pribadi—menjadi tidak terlalu berharga ketika menapak level manajer. Sayangnya banyak manajer tidak mengetahui poin ini dan menghabiskan energi menjadi orang terpintar dalam kelompok.

Seorang manajer baru yang sebelumnya terbiasa berperan sebagai ahli, memberikan kontribusi pribadi, melepaskan peran ini sangat sulit. Manajer yang bersikeras mempertahankan perannya sebagai ahli akan menambahkan tekanan pada anggota timnya dengan beberapa cara.

  • Manajer akan merasa sebagai yang paling benar sehingga semua setiap keputusan teknis harus selalu melaluinya. Hal ini akan mengurangi nilai keahlian anggota tim.
  • Manajer akan gagal membangun lingkungan kerja tim, melainkan semakin menguatkan hierarki dalam tim.
  • Inisiatif dari anggota tim akan berkurang karena terbiasa dengan manajer selalu memberikan jawaban

Beralih dari seorang ahli menjadi manajer efektif cukup menantang. Dalam masa peralihan ini, banyak manajer yang gagal. Dikutip dari TheBalance.com, 6 ide di bawah ini akan membantu seorang ahli beralih menjadi manajer efektif.

  1. Pikirkan kembali misi Anda.

Sebagai manajer, misi Anda adalah membangun lingkungan kerja yang akan mendorong anggota tim Anda melakukan pekerjaan terbaik mereka. Keahlian teknis Anda tidak pernah menjadi titik fokus. Memampukan anggota tim mengembangkan dan menunjukkan keahlian mereka menjadi inti misi Anda.

  1. Fokuslah menumbuhkan kepercayaan

Menegaskan keahlian teknis Anda menghambat proses menumbuhkan kepercayaan. Oleh karena itu, ajukan pertanyaan dan dorong anggota tim Anda mengeluarkan ide. Kebersediaan Anda membiarkan mereka bereksperimen dan bahkan tersandung menunjukkan kepercayaan dan dorongan Anda.

  1. Ajarkan

Manajer yang mengajarkan mendukung perkembangan anggota tim dengan cara yang menarik. Mereka tidak membatalkan ide dari anggota tim, selalu memberikan jawaban, dan menunjukkan caranya. Manajer efektif mengajarkan, bukan menunjukkan. Mereka membagikan pengetahuan dan pengalamannya supaya anggota tim bisa berkembang pesat.

  1. Tahan diri Anda memberikan jawaban, tapi tanyakan lagi.

Ketika anggota tim meminta petunjuk atau memberikan pertanyaan, reaksi pertama kita adalah keinginan memberikan jawaban sesuai dengan keahlian teknis kita. Namun, Anda bisa mengembalikan pertanyaan tersebut kepada anggota tim Anda. Tanyakan ide, pendapat, dan saran dari mereka. Hal ini akan memantik proses berpikir kritis dan kreatif, serta menunjukkan Anda memercayai mereka sepenuhnya untuk mengatasi berbagai masalah.

  1. Promosikan pembelajaran tim dan individu

Kunci sukses menciptakan lingkungan kerja yang mendorong perkembangan tim adalah menunjukkan tingkah laku yang mendukung pembelajaran. Investasikan pada perkembangan dan pertumbuhan tim. Masukkan mereka pada pelatihan yang bermanfaat untuk diri pribadi dan tim. Lalu dorong mereka membagikan apa yang mereka dapatkan kepada anggota tim lainnya.

  1. Gunakan evaluasi positif untuk memperkuat inisiatif tim dan individu.

Sangat penting bagi seorang manajer memberikan evaluasi positif untuk tim dan individu yang menunjukkan inisiatif dan mengatasi masalah sulit di lingkungan kerja. Jadikan evaluasi Anda bernilai dengan menunjukkan pada tingkah laku spesifik yang memberikan hasil.

Kesuksesan sebagai manajer efektif bukanlah tentang keahlian teknis Anda, melainkan lebih pada kemampuan Anda menarik kemampuan terbaik orang lain. Mulailah dengan membangun kerangka misi profesional dan konsenstrasilah menumbuhkan kemampuan baru yang akan mendukung Anda sebagai manajer dan pemimpin.

Temukan cara menjadi manajer efektif lainnya dengan membaca buku pengembangan diri berjudul The New One Minute Manager.

~ Artikel ini sudah dibaca 12 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!