fbpx
May 11, 2015

Cara Untuk Bebas Stres

Seorang dokter memberikan nasihat yang agak ganjil kepada pasiennya, seorang pebisnis yang agresif dan tidak bisa diam. Dengan bersemangat orang ini memberi tahu dokter betapa banyak pekerjaan yang harus ia lakukan dan harus ia selesaikan dengan cepat.

“Saya membawa pulang tas kerja saya penuh berisi pekerjaan, setiap malam,” katanya terkesan gelisah.

“Mengapa Anda membawa pulang pekerjaan bersama Anda setiap malam?” dokter itu bertanya dengan tenang.

“Saya harus menyelesaikannya,” ia mengeluh.

“Tidak adakah orang lain yang bisa melakukannya, atau membantu Anda mengerjakannya?” dokter bertanya.

“Tidak ada,” jawabnya cepat. “Saya satu-satunya orang yang bisa melakukan pekerjaan itu. Pekerjaan itu harus dilakukan dengan benar, dan saya bisa melakukannya sendiri, dan harus diselesaikan dengan cepat. Segalanya bergantung pada saya.”

“Jika saya menuliskan resep untuk Anda, maukah Anda mengikutinya?” tanya si dokter.

Percaya atau tidak, ini dia resepnya. Si pasien harus beristirahat selama dua jam setiap hari kerja dan berjalan-jalan. Kemudian ia juga harus libur setengah hari selama satu minggu dan menghabiskan setengah hari tersebut di pemakaman.

Dengan terkejut pasien itu bertanya, “Mengapa saya harus menghabiskan setengah hari di pemakaman?”

“Karena,” dokter itu menjawab, “saya ingin Anda berkeliling dan melihat-lihat nisan orang-orang yang berada di sana selamanya. Saya ingin Anda merenungkan kenyataan bahwa sebagian besar orang-orang itu berada di sana karena memiliki anggapan yang sama dengan Anda – bahwa seluruh dunia ini ada di pundak mereka. Renungkan, sesungguhnya ketika Anda berada di sana selamanya, dunia akan tetap berjalan seperti biasa dan, sama pentingnya dengan diri Anda, orang lain juga bisa melakukan pekerjaan yang Anda kerjakan sekarang ini.”

Si pasien pun mengerti maksudnya. Ia melambatkan kecepatan aktivitasnya. Ia belajar mendelegasikan kewenangannya. Ia mendapatkan kesan yang benar tentang dirinya. Ia berhenti mengeluh dan mengomel. Ia mendapatkan kedamaian. Dan, perlu ditambahkan, ia bekerja dengan lebih baik. Ia membentuk organisasi yang lebih kompeten dan ia mengakui bahwa bisnisnya menjadi lebih baik.

Cara yang sama juga bisa Anda terapkan dalam hidup Anda untuk bebas dari stres. Kisah inspiratif ini diambil dari buku The Power of Positive Thinking, karya Norman Vincent Peale.

 

~ Artikel ini sudah dibaca 2 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!