fbpx
December 30, 2016

[Catatan Penerjemah] The Happiness Project

Oleh: Evie Candra

Terlepas dari cara, sarana, langkah, ataupun jalan yang ditempuh, sebagian besar motif orang melakukan segala sesuatu di dunia ini selalu bermuara pada pencapaian kebahagiaan diri. Apa pun itu. Disadari atau tidak. Siapa pun itu. Termasuk saya. Mungkin karena seperti dikatakan Aristoteles yang dikutip Gretchen Rubin dalam buku The Happiness Project ini, “Kebahagiaan adalah makna dan khitah dari hidup itu sendiri, tujuan sekaligus akhir dari keberadaan manusia yang seutuhnya.”

Dalam menerjemahkan buku ini, tidak bisa tidak saya sepakat dengan penulis. Bahwa bahagia tidak bisa ditakar secara rigid dan diperlakukan dengan seragam. Ia tidak berlaku sama dan massal. Ia personal dan unik. Meski Gretchen dianggap ‘sudah bahagia” dengan segala yang dimiliki, toh ia merasa bahwa ada kebahagiaan pamungkas yang melampui definisi kebendaan. Hal-hal sederhana yang banyak hilang dari keseharian kita. Salah satunya, misalnya, bersyukur.

Dalam pandangan saya tulisan Gretchen unik karena ia menggunakan diri untuk ‘menguji’ proyeknya ini. Ia mengubah kebiasaan dalam kesehariannya dalam setahun dalam rangka menjadi lebih bahagia. Berangkat tidur lebih awal, menyelesaikan tugas-tugas yang tertunda, dsb. Bukan hal-hal besar seperti menyelamatkan dunia dari kelaparan, atau pindah ke negara lain dan mengubah kehidupannya secara total. Mungkin, mengutip Paulo Coelho, Gretchen melihat “hal-hal sederhana pun merupakan hal yang luar biasa, dan hanya orang bijak yang mampu melihatnya.”

Gretchen Rubin adalah seorang blogger, pembicara, dan penulis. Mulanya Gretchen bekerja dalam bidang hukum (editor majalah hukum dan kepaniteraan) karena latar belakang pendidikan hukum yang dimilikinya. Gretchen dikenal berkarakter ambisius, kompetitif, metodis, serta piawai dalam membaca, meriset, mencatat, menganalisis, menulis, menyarikan hal kompleks menjadi sederhana untuk pembacanya, juga memberikan kritik. Dari dunia hukum Gretchen kemudian beralih menjadi penulis penuh waktu dan telah melahirkan banyak buku yang beberapa diantaranya merupakan buku-buku best seller. Buku-buku tersebut telah terjual lebih dari dua juta kopi di seluruh dunia dan diterjemahkan ke dalam kurang lebih 30 bahasa.

Menarik buat saya, karena sembari menerjemahkan buku ini, sejumlah hal yang Gretchen latih dan sampaikan mengenai proyek satu tahunnya ini membuat saya merefleksikan hal yang sama dalam kehidupan saya dan pengaruhnya dalam naik turunnya rasa bahagia saya. Dan mungkin akan dirasakan juga oleh pembacanya.

  • Ambil contoh resolusi Gretchen di bulan Maret, yaitu tentang pekerjaan. Pelajaran yang diberikan oleh Gretchen di bulan ini adalah bahwa pekerjaan yang kita lakukan haruslah mencerminkan antusiasme dan hasrat diri kita sehingga ia memancarkan karakter diri pribadi kita yang sebenarnya. Bahagia dalam pekerjaan juga artinya terbuka dan siap dengan tantangan, mencoba hal baru, keluar dari zona nyaman dan berkembang. Yang di sisi lain juga artinya siap dengan segala bentuk kegagalan sebagai konsekuensi logis dari sebuah pilihan.

 

  • Bulan Agustus adalah bulannya spiritualitas buat Gretchen. Sarannya koleksilah momen indah dalam hidup kita dengan menangkapnya dan mengabadikannya dalam tulisan. Sebuah cara untuk menyesap momen tersebut selama ia masih kita miliki. Memanifestasikan rasa syukur dalam segala hal juga dapat meningkatkan rasa bahagia kita. Tak harus terkungkung dalam rupa mencatat pada selembar kertas namun juga dapat kita lakukan saat menunggu, mengantri, dan saat kebersamaan kita dengan orang-orang yang kita kasihi. Yang terpenting juga membahagiakan diri sendiri agar kita mampu membahagiakan dan membantu orang-orang di sekitar kita.

 

  • Bulan favorit saya adalah Oktober, di mana Gretchen bicara tentang mengolah kesadaran diri. Sejumlah cara yang dipaparkan Gretchen adalah meditasi koan – potongan kalimat atau frasa yang untuk memaknainya membutuhkan perenungan. Keuntungannya, ia menuntut kita imajinatif dan kritis dalam memaknainya. Orang hidup membutuhkan aturan-aturan pokok; semacam prinsip untuk menjalankan hidup. Misalnya: perubahan itu baik, orang sukses saat bekerja dalam kelompok, yang pertama belum tentu tepat, dsb. Meningkatkan kesadaran diri juga bisa kita lakukan untuk merangsang dan mengembangkan kemampuan otak kita untuk mempelajari hal atau pekerjaan baru. Caranya dengan membiasakannya melakukan cara-cara baru di luar kebiasaannya selama ini. Seperti misalnya mengetikkan kata sandi baru yang tersusun dari kata-kata yang bisa mensugesti alam bawah sadar kita untuk melakukan sesuatu.

 

  • Tentunya masih banyak hal-hal menarik lainnya yang dipaparkan oleh Gretchen di bulan-bulan lainnya di buku ini yang dilakukan untuk menjadi bahagia. Seperti pentingnya kebugaran kalau kita ingin mempertahankan perasaan bahagia kita; aspek-aspek dalam perkawinan yang perlu ditingkatkan untuk mendongkrak kebahagiaan; tentang dunia dan peran sebagai orang tua; pentingnya meluangkan waktu untuk bersenang-senang dan bersama dengan sahabat; juga pentingnya ‘membelanjakan’ uang sedikit lebih banyak dari biasanya dalam rangka ‘memanjakan’ dan membahagiakan diri sendiri. Dan banyak lainnya.

Dalam buku ini, Gretchen seperti hendak menyakinkan bahwa pada akhirnya upaya untuk menjadi bahagia itu bisa sederhana, bisa juga tidak. Sederhana karena bisa dimulai dari hal-hal sepele yang dekat dengan keseharian kita. Tidak sederhana karena ia memerlukan disiplin dan niat diri untuk berubah yang sangat besar. Melihat bagaimana Gretchen merancang, menyusun, dan menjadwalkannya setahun penuh, kita bisa menyaksikan sebuah usaha keras yang harus ditempuhnya untuk mengubah dirinya sehingga ia bisa mencapai kebahagiaan yang dicari dan dimaknainya. Di sinilah saya melihat perbedaan antara kata ‘tujuan’ dan ‘resolusi’ yang disinggung Gretchen dalam buku ini. Sebuah tujuan begitu ia tercapai, maka persoalan selesai. Sebuah resolusi, ia ditepati, dijalani, dan lalu menjadi bagian dari hidup kita. Selamanya.

 

~ Artikel ini sudah dibaca 53 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!