fbpx
January 17, 2014

[Catatan Penerjemah] The Secret Letters of the Monk Who Sold His Ferrari

Oleh: Barokah Ruziati.

Jujur, saya bukan penggemar buku motivasi atau pengembangan diri dan sejenisnya. Lalu mengapa saya berminat menerjemahkan buku ini? Karena saat membaca sinopsisnya di Goodreads, saya melihat isi buku ini melibatkan perjalanan ke beberapa negara di benua yang berbeda. Sebagai penggemar buku travelling, faktor tersebut tentu saja langsung menggugah keingintahuan saya. Secet Letters 2

The Secret Letters of the Monk Who Sold His Ferrari bertutur tentang keponakan sang biksu, Jonathan Landry, yang sibuk mengejar karier dan kedudukan di kantor, sampai-sampai menelantarkan keluarga dan kehidupan pribadinya.

Rupanya, sewaktu kecil dulu, ada satu ingatan yang melekat begitu kuat dalam benak Jonathan. Acara makan malam di rumah sepupunya Catherine, yang juga dihadiri oleh sang biksu, Julian Mantle. Julian datang dengan mobil Ferrari merah menyala yang mentereng. Jonathan, yang terpukau melihat mobil itu, diajak mengendarainya sebentar. Lalu saat hendak turun dia bertanya, bagaimana Julian bisa mendapatkan mobil mahal itu. Julian menjawab, “Jika ingin mobil seperti ini, Jonathan, kau harus bekerja dengan sangat, sangat keras waktu besar nanti.”

Jonathan pun bekerja sangat keras dan mampu memiliki rumah megah serta mobil mewah. Namun istri dan anaknya tidak bahagia, bahkan akhirnya meninggalkannya. Ibu Jonathan yang prihatin memintanya menemui Julian, yang kini sudah melepaskan Ferrari merah serta kehidupan glamor dan menjalani kehidupan sederhana.

Jonathan tentu saja enggan. Meluangkan waktu untuk anaknya saja susah, apalagi harus cuti dari kantor untuk menemui Julian yang tak begitu dia kenal. Namun karena tak mau menyakiti hati ibunya, dia pun berangkat. Dan keputusan besar ini mengawali perjalanan luar biasa yang hanya terjadi sekali seumur hidup.

Dengan keyakinan bahwa dia tengah menyelamatkan nyawa seseorang, Jonathan terpaksa meninggalkan pekerjaan kantor dengan risiko dipecat, dan berkeliling ke Istanbul, Paris, Osaka, Meksiko, Barcelona, Sydney, Shanghai, pegunungan Red Rock, dan Taj Mahal. Mengumpulkan sembilan azimat milik Julian yang masing-masing menyimpan kebijakan hakiki untuk kebahagiaan.

Selagi menerjemahkannya, satu hal yang terpikir oleh saya adalah, sungguh beruntung Jonathan memiliki paspor Amerika Serikat. Dia bisa mengunjungi banyak negara dalam hitungan jam tanpa direcoki kewajiban membuat visa yang bisa memakan waktu berhari-hari. Andai dia orang Indonesia, misalnya, pasti tidak mungkin melakukan perjalanan semacam itu.

Namun di luar itu, kebijakan sang biksu dalam buku ini kembali terngiang di kepala saya ketika beberapa waktu lalu, teman saya memutuskan menutup toko buku online-nya yang berkembang cukup pesat. Dia sadar bahwa kesibukannya selama ini ternyata telah menjauhkannya dari anak-anak serta kehidupan spiritual. Berhenti mengejar kebahagiaan duniawi rupanya telah menganugerahinya kebahagiaan hakiki yang meskipun sederhana tetapi lebih berarti, misalnya melihat putra-putri kecilnya langsung berlari ke tempat sholat begitu adzan berkumandang, tanpa diminta. Saya pun teringat azimat yang diperoleh Jonathan dari salah satu pengusaha terkaya di Shanghai. Meskipun kaya raya, pengusaha itu memilih tinggal di apartemen sederhana dengan mobil yang biasa-biasa saja. Azimat yang disimpan si pengusaha disertai pesan bahwa kebahagiaan hidup paling sederhana adalah kebahagiaan tertinggi.

Saya tidak mengendarai Ferrari, itu sudah pasti. Tapi pelajaran yang saya petik adalah, kita mesti berani merombak daftar prioritas dan berhenti mengejar-ngejar dunia agar bisa merengkuh kebahagiaan yang sejati.

Untuk membeli buku ini, kunjungi: http://micpublishing.co.id/shop/products-page/inspirational/the-secret-letters-of-the-monk-who-sold-his-ferrari/

~ Artikel ini sudah dibaca 20 kali

Share yuk!

One thought on “[Catatan Penerjemah] The Secret Letters of the Monk Who Sold His Ferrari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!