Model Kerja yang Bisa Membuat Anda Meyakini Minat Karir Anda. Coba Sekarang!

Guys, mimpi hampir setiap orang ketika lulus kuliah adalah memiliki pekerjaan dan karir yang sesuai dengan minat dan bakat. Baik itu bekerja di perusahaan multinasional yang besar, mengabdikan diri untuk masyarakat atau memulai usaha sendiri.

Anda tidak harus selalu fokus pada satu jenjang karier. – Emilie Wapnick, motivator sekaligus penulis buku.

Di dalam buku Emilie Wapnick yang berjudul “How to Be Everything”, Wapnick mencoba memberikan panduan bagi orang-orang yang belum tahu apa yang benar-benar mereka inginkan. Hal ini biasanya terjadi pada mereka yang memiliki sifat “Multipotentialites”, yaitu sebuah istilah dalam dunia psikologi yang mengacu pada orang-orang yang mampu bekerja pada banyak bidang.

Biasanya mereka akan penasaran dan sangat bersemangat dengan hal-hal yang baru meskipun mereka tidak terlalu terampil pada bidang tersebut. Untuk itu Wapnick mengingatkan agar Anda tidak terjebak dalam situasi tersebut, sehingga pada akhirnya Anda mampu melakukan suatu pekerjaan yang Anda senangi.

Untuk itu Wapnick mengusulkan empat model cara kerja berikut ini yang dapat membantu menemukan kesuksesan karier Anda.

Grup hug
Apabila Anda seorang pencari kerja yang memprioritaskan uang, maka model ini sangat cocok untuk dilakukan. Ada bisa mencari pekerjaan yang menyediakan variasi dalam fungsi kerja, sehingga tidak memiliki kecenderungan untuk bosan melakukannya dan dengan gaji yang sesuai dengan apa yang diinginkan.

Slash

Apabila Anda memiliki lebih dari satu keahlian, memilih pekerjaan paruh waktu bisa menjadi sebuah alternatif agar Anda tidak bosan hanya terfokus pada satu pekerjaan saja. Yang paling penting, keterampilan Anda yang lain juga bisa disalurkan dan semakin terasah.

Einstein
Jika Anda ingin mendapatkan pendapatan yang baik dan tidak ingin menghabiskan semua energi, maka Anda bisa mencoba pekerjaan paruh waktu dengan bayaran yang lumayan.

Gunakan keterampilan Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang menyenangkan dan tidak terlalu menghabiskan banyak waktu. Sehingga Anda masih memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang dan berinteraksi dengan orang lain. Tentunya pekerjaan ini tidak cocok dengan Anda yang memiliki tujuan utama terhadap uang ya.

Phoenix

Apabila tertarik dengan dunia bisnis, Anda bisa menjelajahi sebuah industri selama berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun, sehingga Anda bisa mempelajari banyak hal sebelum terjun pada usaha yang akan dikembangkan.

Wapnick juga menekankan seseorang tidak harus terpaku pada sebuah metode. Karena tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk mencampur dan mencocokkan beberapa metode dengan karakter dan keahlian masing-masing. Yang perlu diingat adalah tujuan untuk mendapatkan karier tersebut. Apakah untuk uang atau hanya sekadar hasrat dan hobi? (Sumber: liputan6.com)

Artikel ini sudah dibaca 4 kali

Tagar #AdaAqua Itu Memang Benar Loh. Hidup Anda Akan Sehat Sempurna Dengan Banyak Minum Air Putih

Smart Leaders,

Anda pasti tahu bahwa sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air kan? Tidak heran jika kita tak akan bisa hidup tanpa minum air putih. Jika Anda mengandalkan air putih untuk menjaga kesehatan, bisa dipastikan Anda tidak akan menyesal melakukannya, karena minum air putih lebih banyak setiap hati punya sekian juta manfaat bagi tubuh Anda.

Seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Chris Bailey, dosen dan penulis The Productivity Project, ini mengungkapkan efek positif yang Anda dapat jika mengganti segala minuman dengan air putih setiap hari. Lalu manfaat apa saja yang Anda dapatkan? Read more ya Samart Leaders 😀

via www.skinnylove.it
via www.skinnylove.it

Pertama, yang suka mengeluh dengan berat badan, bisa langsung terapi minum air putih yuk. Berat badan turun lebih cepat. Tidak butuh diet khusus, berat badan akan turun secara alami.

 

via formulalubvi.com
via formulalubvi.com

Yang sering rentah mirip kakek-kakek umur seabad, Yuk meningkatkan metabolisme tubuh kita dengan minum air putih setiap hari. Minum air putih di pagi hari tingkatkan metabolisme tubuh hingga 24%.

 

via bigthink.com
via bigthink.com

Smart Leaders membuat organ otak bekerja lebih baik jika banyak minum air putih. Otak terdiri dari 75-85% air, minum air cukup bantu tingkatkan konsentrasi dan tidak mudah lelah.

 

via http://assets.hai-online.com
via http://assets.hai-online.com

Bagi yang sering gagal diet nih. Air putih menekan nafsu makan. Air bisa membuat Anda kenyang namun tidak menambah kalori. Cocok buat yang ingin berhasil dalam program diet.

 

via http://intisari.grid.id
via http://intisari.grid.id

Membuang racun dalam tubuh. Seperti membilas piring kotor, air juga berlaku sama di dalam tubuh, membilas dan membuang sampah dan racun sehingga tubuh lebih bersih.

 

via www.health.liputan6.com
via www.health.liputan6.com

Menurunkan risiko terserang penyakit. Karena racun dibuang dan imunitas tubuh meningkat, tubuh jadi lebih kebal dan tidak mudah sakit.

 

via http://cdn.klimg.com
via http://cdn.klimg.com

Jantung bekerja lebih baik. Minum 5 gelas air tiap hari mampu turunkan risiko serangan jantung hingga 41%. Peredaran darah lebih lancar dan jantung bekerja optimal. 

 

via popsugar.com
via popsugar.com

Kulit lebih halus, bersih dan sehat. Air membersihkan dan melembabkan kulit. Jadi, siapa yang tidak ingin kelihatan cantik alami?

 

via HaloMoney.co.id
via HaloMoney.co.id

Menghemat uang. Air putih lebih murah dari air minum kemasan yang bergula. Anda bisa menghemat pengeluaran karena menyingkirkan anggaran belanja beli kopi, teh, gula dan lainnya.

Jadi tunggu apa lagi Smart Leaders? Masih saja belum menerapkan hidup sehat dengan minum lebih banyak air? Tenang ada Aqua 😀

Artikel ini sudah dibaca 2 kali

Berdiam Diri Sejenak, Ternyata Membuat Tubuh Jauh Lebih Rileks Disaat Rutinitas Sedang Padat

Smart Leaders,

Jika kita memiliki rutinitas yang padat setiap harinya, kita pasti akan sangat merasa lelah, apalagi jika harus bangun di pagi hari dan bekerja seharian. Dari sekian banyak kebisingan, Anda pasti butuh yang namanya waktu tenang untuk sekedar berhenti sejenak dari kepenatan yang terjadi. Dan ternyata peneliti membuktikan bahwa semakin Anda sibuk, semakin Anda butuh waktu untuk menyendiri di baik ditempat sepi maupun keadaan yang lebih privat lagi

.

Berdiam diri sejenak dari rutinitas via google.com
Berdiam diri sejenak dari rutinitas via google.com

Baru-baru ini dalam artikel Harvard Business Review, konsultan kebijakan publik dan guru meditasi Justin Talbot-Zorn dan Leigh Marz mengatakan bahwa ada satu kebiasaan yang selalu dilakukan banyak orang-orang sukses, yaitu memiliki waktu tenang dan hening.

Penulis J.K. Rowling dan juga  seorang psikiater Carl Jung mengatakan bahwa kekuatan “tenggelam dalam keheningan” menjadi faktor penting mencapai kesuksesan. Tapi mengapa mereka melakukan hal itu ketika mereka justru punya lebih banyak waktu sibuk?

Alasannya sederhana, menurut Justin Talbot-Zorn dan Leigh Marz, meluangkan waktu untuk diam atau menyendiri dalam keheningan mampu mengembalikan sistem saraf rileks, membantu mengembalikan energi tubuh dan pikiran lebih baik dalam beradaptasi.

Tubuh yang Rileks dan pikiran yang tenang mampu membuat Anda menjadi lebih  via iowaadguy.wordpress.com
Tubuh yang Rileks dan pikiran yang tenang mampu membuat Anda menjadi lebih baik dalam beradaptasi via iowaadguy.wordpress.com

Cara ini membuat kita lebih stabil secara emosional dan kita kembali segar dan mampu menemukan kreativitas dan ide-ide besar lainnya. Ketika kita secara konstan berhubungan dengan banyak orang, menghabiskan waktu di tempat ramai, waktu tertentu untuk menyendiri di dalam sunyi sungguh suatu hal yang menenangkan.

Jadi, jika Anda termasuk salah satu orang paling sibuk dan punya banyak jadwal kerja yang padat, tak perlu harus liburan ke luar negeri untuk menghilangkan stres, cukup luangkan waktu paling tidak 30 menit di rumah tanpa suara apa-apa setelah pulang kerja. Jika di kantor, luangkan waktu 5 menit saja di dalam diam sebelum memulai pekerjaan kembali. (sumber: Harvard Business Review)

Artikel ini sudah dibaca 1 kali

Penilaian yang Pertama Kali dilakukan Bukan Tentang Penampilan, Tetapi Tentang Kepribadian Anda

Smart Leaders,

First impression atau yang sering disebut dengan kesan pertama adalah istilah yang sering digunakan untuk seseorang saat pertama kali bertemu. Itulah mengapa, seringkali orang akan berdandan dalam versi terbaiknya agar bisa disukai orang. Namun ada hal lain yang dinilai orang pertama kali pada diri kita selain penampilan.

Kesan Pertama bukan hanya dinilai dari penampilan Anda via: forbes.com
Kesan Pertama bukan hanya dinilai dari penampilan Anda via: forbes.com

Smart Leaders, setiap orang akan memberikan penilaian sepersekian detik saat pertama kali bertemu, dan sayangnya faktor utama penilaian tersebut bukanlah mengenai penampilan yang konon katanya sering menjadi poin penting. Seperti yang dikatakan penulis buku karier Presence, Amy Cuddy,”bahwa orang-orang akan bertanya pada diri sendiri dua pertanyaan ketika pertama kali bertemu dengan seseorang. Pertama, Bisakah aku memercayai orang ini? dan kedua adalah Bisakah aku respek terhadap orang ini?”

via www.popsugar.com
Bisakan Anda dipercayai, bisakah aku respect terhadap orang itu? via www.popsugar.com

Para psikolog percaya bahwa orang-orang akan mencoba melakukan penilaian terhadap tingkat kompetensi dan keramahan seseorang, apalagi jika masuk dalam dunia kerja profesional, karena penampilan saja bisa sangat menipu.

Amy Cuddy mengatakan kembali, “bahwa, kehangatan atau keramahan seseorang adalah hal paling krusial menentukan apakah seseorang bisa dipercaya atau tidak. Tingkat kompetensi menyusul setelahnya, menjadi nilai evaluasi terakhir terhadap seseorang.”

Itulah mengapa, seseorang dengan kepribadian yang hangat, ramah, terbuka, dan dapat dipercaya adalah nilai penting yang harus selalu Anda punya dan perlihatkan bahkan ketika pertama kali bertemu dengan seseorang sampai seterusnya, apalagi saat wawancara kerja. Tapi tentu saja, penampilan yang baik juga sangat menunjang kepribadian Anda dan mampu meningkatkan kemungkinan Smart Leaders akan dapat dipercaya dan dihormati.

Sumber: Vemale

Artikel ini sudah dibaca 2 kali

NET TV

Sebuah Channel Televisi Indonesia dengan Program-Program Kreatif Masa Kini yang Edukatif, Net Tv

Hallo Smart Leaders, Bagi sebagian orang, ketika mempunyai waktu senggang, seringkali dimanfaatkan untuk bersantai di rumah apalagi sambil menonton televisi. Menonton televisi memang menjadi kegiatan yang asyik baik di kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Sebagai penikmat acara televisi, kita semua pasti sering menikmati berbagai macam acara yang tayang di televisi dari seluruh channel pertelevisian di…

Continue reading

Fakta Sikap Mau Belajar Bisa Membuat Anda Sukses Ada dalam Cerita ini, Simak Yuk!!

Smart Leaders, siapa sih yang tidak tahu jika Anda melihat gambar pria kecil berkumis tipis, menenteng tongkat, dan mengenakan celana baggy, sepatu kedodoran, dan topi derby, Anda akan segera tahu dia adalah Charlie Chaplin.

Zaman sekarang hampir semua orang mengenalnya. Nyatanya, pada 1910-an hingga 1920-an, ia merupakan tokoh paling terkenal di dunia. Jika kita memperhatikan selebriti zaman sekarang, orang yang bisa disamakan dengannya cuam Michael Jordan. Sayangnya untuk menilai siapa yang lebih terkenal, kita harus menunggu 75 tahun lagi untuk mengetahui seberapa terkenalnya si Michael atau Charlie Caplin.

Charlie Chaplin, via www.google.com
Charlie Chaplin, via www.google.com

Kisah seorang Charlie Chaplin berawal saat dia lahir. Tak ada yang menduga ia akan meraih kesuksesan. Lahir di tengah keluarga miskin, orang tuanya musisi orkestra Inggris. Ia terlunta-lunta di jalanan sejak kecil saat ibunya tinggal di lembaga permasyarakatan.

Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah penampungan dan panti asuhan, ia mulai bekerja di panggung hiburan untuk menafkahi diri sendiri. Pada usia tujuh belas, ia menjadi pemain kawakan. pada 1914, di usia pertengahan dua puluhan, ia bekerja pada Mack Sennett di keystone Studios di hollywood, dengan gaji $150 per minggu. Di tahun pertama bekerja di bisnis film, ia menghasilkan 35 film sebagai aktor, penulis, dan sutradara. Semua orang lantas memuji talentanya, dan kepopuleran Caplin pun meningkat. Setahun kemudian, ia menghasilkan $1.250 per minggu. Lalu pada tahun 1918, ia melakukan sesuatu yang mencengangkan. Ia menandatangani kontrak industri hiburan pertamanya bernilai $1 juta. Ia kaya, terkenal, dan menjadi pembuat film paling berpengaruh di dunia – saat usianya baru mnecapai 29 tahun.

Chaplin meraih kesuksesan karena ia memiliki bakat besar serta semangat pantang menyerah. Namun karakter itu didukung oleh keinginan untuk selalu belajar. Ia bertekad dan berjuang untuk terus bertumbuh, belajar, dan meningkatkan keahlian. bahkan ketika ia sudah jadi penampil paling terkenal dengan bayaran tertinggi di dunia, ia belum puas dengan status tersebut.

Charlie chaplin via http://wallpapersdsc.net
Charlie chaplin via http://wallpapersdsc.net

Hasrat untuk bertumbuh membuatnya sukses secara finansial, dan sikap itu juga membuatnya selalu meraih kesuksesan. pada masa itu, karya Chaplin disambut sebagai hiburan yang mengagumkan. Seirung waktu, ia terkenal sebagai karya besar. ia dipuji sebagai salah satu pembuat film terbesar sepanjang masa. Penulis skrip dan kritikus film, James Agee, menuliskan, “Pantomim terbaik, emosi terdalam, puisi paling indah dan pedih terkandung dalam karya Chaplin.”

Jika Chaplin mengganti rasa haus untuk belajar dengan kesombongan dan kepuasan diri – saat ia meraih kesuksesan – namanya akan sama dengan Ford Sterling atau Ben Turpin. Bintang film bisu yang pernah tenar namun kini dilupakan. Tapi Chaplin tetap bertumbuh dan belajar menjadi aktor, sutradara, dan akhirnya produser film. Ketika pengalaman mengajarkan bahwa para pekerja film haris menjalin hubungan baik dengan studio dan distributor, ia pun mendirikan perusahaan United Artist bersama Douglas fairbanks, Mary Pickford, dan D.W Griffith. Perusahaan film itu masih berproduksi hingga saat ini. (The 21 Indispensable Qualities of a Leader)

Artikel ini sudah dibaca 3 kali

Apa Benar, Jika Ingin Sukses, Harus Membur Dengan Orang-orang Sukses? Cerita Inspirasi Menjawab Pertanyaan Anda

Berawal dari kisah Burung Pelikan yang malas mencari makan hingga semuanya berubah ketika Burung Pelikan pendatang datang dalam kawanan.

Bertahun-tahun, di Monterey, California, menjadi surga bagi pengalengan ikan. Di kota tersebut terdapat banyak pabrik pengalengan ikan. Terlebih, di tempat itulah terletak Cannery Row, jalan yang dipopulerkan penulis peraih Nobel, John Steinbeck, dalam novel yang berjudul sama.

Burung pelikan menyukai kota itu karena nelayan membersihkan hasil tangkapan, lalu membuang limbah. Burung-burung pelikan itu pun akan berpesta memakannya. di Monterey, setiap pelikan pasti kenyang tanpa harus berburu mencari makan.

Tapi seiring waktu, ikan di sepanjang pesisir California pun habis. Satu per satu, pabrik pengalengan ikan gulung tikar. Saat itulah burung-burung pelikan mendapat masalah. Yang sering diketahui oleh banyak orang, bahwa Burung Pelikan adalah pemburu ikan yang hebat. Burung-burung tersebut terbang berkelompok melewati ombak laut. Ketika menemukan ikan, pelikan menyelam dan mencedok buruan. hanya saja, pelikan-pelikan ini tak berburu ikan selama bertahun-tahun. Burung-burung tersebut mengemuk dan malas. Dan saat makanan sulit didapat, burung-burung itu pun kelaparan.

Pemerhati lingkungan di Monterey memperhatikan hal itu dan memutar otak untuk mendapatkan cara menolong burung-burung pelikan. Akhirnya, mereka memperoleh solusi. Mereka mendatangkan burung-burung pelikan dari daerah lain, jenis yang terbiasa terbang ke sana kemari untuk mencari makanan tiap hari. Mereka membaurkannya dengan burung-burung pelikan setempat. Pelikan pendatang segera mencari ikan untuk makanan, dan tak lama kemudian pelikan setempat yang kelaparan bergabung dan mulai berburu ikan.

Intinya dari kisah inspirasi di atas, jika Anda memang sangat ingin meraih kesuksesan, salah satu cara terbaik adalah berbaur dengan-orang-orang sukses, Luangkan waktu bersama mereka. Perhatikan cara mereka bekerja. Pelajari cara mereka berpikir. Anda tentu akan bertransformasi menjadi seperti orang-orang di sekeliling Anda. 

Artikel ini sudah dibaca 2 kali

Cacat Sejak Kecil Bukan Berarti Membuat Anda Menjadi Terbatasi! Anda Juga Bisa Sukses Bahkan Jenius!!

Smart Leaders, masih ingat dengan salah satu buku MIC Publishing dengan judul The Spark? Ternyata The Spark bukan hanya salah satu kisah inspiratif yang ada di dunia. Bagaimana perjuangan seorang ibu yang merawat anak semata wayangnya yang mengidap penyakit difabel hingga menjasi sosok anak jenius yang setara di kalangan orang-orang jenius lainnya. Kisah-kisah dalam buku The Spark juga telah menginspirasi banyak orang hingga bisa seberhasil kisah tokoh dalam buku tersebut.

Konon, jika kita mau percaya dan terus percaya, bahwa sebuah kerja keras tak akan pernah mengkhianati hasil. Benarkah? Ya, ini telah dibuktikan oleh seorang ibu di Tiongkok yang mengasuh bayinya yang difabel sampai sekarang berhasil masuk universitas Harvard.

Kisah itu berawal pada tahun 1988. Sewaktu hendak melahirkan anak pertamanya, bayinya hampir tercekik dan meninggal karena persalinan yang tidak normal. Anak laki-laki itu dinamai Ding Ding.

Namun sayang, bayi itu mengidap kelainan di kepala, cerebral palsy. Dokter rumah sakit di Hubei mengatakan jika bayi ini akan tetap diselamatkan, dia akan tumbuh dengan kecerdasan yang rendah, cacat seumur hidup dan hanya akan menjadi beban.

Mendengar penjelasan dokter ini, suaminya sependapat. Namun ibu anak ini menentang keras. Ia akan menyelamatkan hidup anaknya bagaimanapun caranya. Perbedaan pendapat ini menyebabkan keduanya bercerai. Sejak itu Zou, nama perempuan itu menjadi orang tua tunggal. Ia harus bekerja lebih keras untuk membiayai keluarga, terutama untuk membayar perawatan Ding Ding.

Zou, Single Mother yang bekerja keras merawat anak semata wayangnya yang difabel seorang diri, via http://citizen6.liputan6.com
Zou, Single Mother yang bekerja keras merawat anak semata wayangnya yang difabel seorang diri, via http://citizen6.liputan6.com

Selain bekerja di universitas yang berlokasi di Wuhan, ia bekerja paruh waktu sebagai pelatih protokol dan sebagai penjual polis asuransi. Di tengah kesibukannya itu, Zou secara teratur membawa anak semata wayangnya ke sesi rehabilitasi dan mempelajari pijat terapeutik untuk mengatasi otot kaku anaknya.

Zou juga melakukan terapi pada anaknya untuk merangsang otak dan meningkatkan kecerdasannya. Ibu ini juga gigih mengajari anaknya agar bisa mandiri. Misalnya bagaimana cara memegang sumpit, karena Ding memiliki masalah dalam mengendalikan tangannya.

“Saya tidak ingin dia merasa malu dengan masalah fisiknya,” kata Zou. “Karena dia memiliki kelemahan di beberapa bidang, saya bekerja keras mengajarinya untuk mengejar ketinggalannya, “kata Zou lagi.

Sekarang Ding telah berusia 29 tahun. Ia berterimakasih atas cinta dan pengabdian ibunya yang membantunya berhasil meski fisiknya tidak sempurna. Dia mengatakan, melalui bimbingan ibunya ia berhasil mengatasi banyak tantangan dan bahkan unggul dalam studi akademisnya.

Zou dab Ding ding yang berhasil masuk ke Universitas Harvard, via http://citizen6.liputan6.com
Zou dab Ding ding yang berhasil masuk ke Universitas Harvard, via http://citizen6.liputan6.com

Pada tahun 2011, Ding lulus dari Sekolah Ilmu Pengetahuan dan Teknik Lingkungan Universitas Peking. Kemudian dia mendaftarkan diri untuk mendapatkan gelar master di Sekolah Hukum Internasional. Setelah itu, Ding mendapat pekerjaan selama dua tahun untuk membantu ibunya. Namun, ibunya terus mendorong agar dia melanjutkan studinya di Harvard. Di tengah kesulitan dan rintangan yang ia hadapi dalam hidupnya akhirnya dia diterima. Ding Ding lalu meninggalkan ibunya di Jingzhou, Provinsi Hubei tahun lalu untuk melanjutkan studinya di Universitas Harvard. Dia mengatakan sering merindukan ibunya yang menjadi “mentor spiritualnya”. (Sumber: liputan6.com)

Artikel ini sudah dibaca 2 kali

6 Kebiasaan Buruk yang Sering Dilakukan Setiap Orang, Hati-hati! Anda Bisa Berpeluang Untuk Gagal.

Hallo Smart Leaders,

Setiap hari kita selalu melakukan aktivitas. Apapun aktivitasnya, baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Aktivitas-aktivitas inilah yang membuat kita menjadi mempunyai kebiasaan-kebiasaan tertentu.

Sayangnya tidak semua kebiasaan itu cenderung ke positif loh Smart Leaders. Tanpa kita sadari, seringkali kita melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk inilah yang menjadi zona nyaman dalam kehidupan kita sehari-hari dan berpeluang untuk membuat kita gagal dalam banyak hal termasuk perjalanan menuju karier yang sukses.

Menakutkan bukan sih? Lalu seperti apa sih kebiasan buruk yang tanpa kita sadari itu? Berikut ini sudah mimin rangkum beberapa kebiasaan yang sering dilakukan setiap orang, dikutip dalam buku Leadership Principles For Graduates.

1. Berkarakter Lemah

Umumnya, orang-orang mendapatkan semua harapan mereka. Berharap hal yang paling buruk, maka itulah yang Anda peroleh. Maka beranikan Anda untuk berharap sesuatu hal yang tidak mungkin tapi juga harus berani memperjuangkan.

2. Berhenti Bertumbuh

Perilaku orang-orang menujukkan karakter mereka, dan mereka menghadapi apapun yang mereka pikirkan.

3. Tak Punya Rencana

Penulis buku The Business of Life, William feather, berkata, “Ada dua macam orang gagal: ia yang berpikir namun tak pernah bertindak, serta ia yang bertindak namun tak pernah berpikir.”

4. Tak Mau Berubah

Sebagian orang lebih suka melakukan apa yang mereka benci ketimbang melakukan hal yang mungkin lebih baik, hanya karena mereka takut memperoleh hasil yang lebih buruk.

5. Gagal Menjalin Hubungan Dengan Orang Lain

Orang-orang yang tak bisa akur dengan orang lain tak akan pernah berkembang.

6. Tak Mau Membayar Harga Demi Meraih Kesuksesan

Jalan menuju kesuksesan memang berat. Setiap orang yang ingin meraih banyak hal harus berkorban banyak.

Smart Leaders, memang benar sih semua kebiasan ini sulit untuk dihentikan apalagi disadari kalau ternyata kita membiasakan hal tersebut. Dari sekarang, yuk coba menyadari apa yang terjadi pada diri kita dan belajar untuk memperbaiki kebiasaan buruk dalam diri kita. Ingat bahwa kebiasaan buruk seringkali membuat kita gagal loh Smart Leaders.

Artikel ini sudah dibaca 3 kali

Ingin Menyeimbangkan Kehidupan Kerja dan Pribadi? Kuncinya Bukan Di Waktu

Menyeimbangkan kehidupan kerja dan pribadi bukan masalah membagi waktu (by: imperial.ac.uk)
Menyeimbangkan kehidupan kerja dan pribadi bukan masalah membagi waktu (by: imperial.ac.uk)

Apakah Anda merasa letih karena merasa kehidupan professional dunia kerja mendominasi sebagian besar waktu Anda? Anda merasa khawatir tidak bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Pendapat umum mengatakan bahwa mengurangi waktu bekerja dan melebihkan saat bersantai merupakan salah satu kunci kebahagiaan. Laura Garnett membantah pendapat tersebut. Dalam artikelnya di Inc.com, kunci keseimbangan tersebut bukanlah bagaimana Anda membagi waktu antara bekerja dan bermain. Yang seharusnya Anda lakukan adalah fokus ke cara Anda menghabiskan waktu ketika melakukan dua hal tersebut. Ubah cara berpikir mengenai cara Anda bekerja dan menjalani kehidupan.

Berikut adalah hal yang harus diperhatikan untuk mencapai keseimbangan kehidupan kerja Anda.

  1. Perhatikan hal yang menguras energi Anda di tempat kerja

Jika Anda hanya berpikir mengenai cara mengurangi pekerjaan, sebaiknya Anda berpikir mengenai hal yang sebenarnya menguras energi Anda di tempat kerja. Sebagian besar akan berpikir penyebabnya adalah beban kerja, deadline yang terlalu sempit, atau hal lainnya.

Bagaimana jika ternyata penyebabnya bukan hal tersebut? Mungkin masalah utamanya adalah Anda berada di pekerjaan yang tidak sesuai dengan jiwa Anda. Jika akar permasalahannya adalah hal tersebut, mengurangi waktu di kantor tidak akan membuat perubahan yang drastis.

 

  1. Optimasikan waktu Anda, baik ketika bekerja atau tidak.

Sangat penting memperhatikan kualitas waktu yang Anda habiskan di luar kantor. Bagaimanapun, sama pentingnya memperhatikan cara Anda menghabiskan jam kerja. Optimalkan waktu Anda menyelesaikan beban pekerjaan Anda. Perubahan apa yang bisa Anda lakukan untuk bekerja secara efektif dan efisien? Bagaimana cara Anda supaya lebih proaktif dalam pekerjaan? Adakah waktu terbuang ketika Anda bekerja yang tidak diperhatikan?

Larry Winget dalam bukunya yang berjudul It’s Called Work For a Reason mengatakan bahwa yang penting bukanlah berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk menyelesaikan pekerjaan, tapi berapa banyak pekerjaan yang Anda selesaikan dalam waktu tersebut.

Pikirkan baik-baik, lalu perubahan yang Anda lakukan mungkin akan mengejutkan.

 

  1. Temukan pekerjaan yang memunculkan antusias Anda

Daripada mendorong orang-orang untuk mengurangi waktu kerjanya, lebih baik bantu mereka menemukan pekerjaan apa yang paling cocok dengan mereka. Anda lebih baik menempatkan seseorang yang supel,  mudah bergaul, dan memiliki energy yang berlimpah pada posisi yang memungkinkan mereka bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Jika Anda menempatkannya pada posisi yang membuatnya berada di ruangan tertutup delapan jam sehari, motivasi bekerjanya akan berkurang cepat.

Jika seseorang berada pada pekerjaan yang sesuai dengan passion yang dimilikinya, maka antusiasmenya tidak akan surut drastic seiring waktu.

Pikirkan tentang tiga hal ini lalu buatlah perubahan berdasarkan hal yang Anda temukan. Anda akan lebih bersemangat dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda akan lebih menyenangkan.

Artikel ini sudah dibaca 0 kali

1 2 3 71