MIC-Equipping 101-John Maxwell

[Catatan Penerjemah] Equipping 101

Oleh : Nadia Mirzha Yusmarani Siapapun kita biasanya mengagumi orang-orang ternama dengan segala prestasi atas mahakarya mereka. Entah itu para bintang pop, aktris terkenal, penulis buku terlaris, atlet hebat, pebisnis sukses, pemikir revolusioner serta banyak tokoh inspirator lainnya, nyatanya tidak dapat meraih kesuksesan seorang diri. Seberapapun hebatnya mereka, tetap membutuhkan bantuan orang lain untuk mencapainya….

Continue reading

MIC-You Win in the Locker Room First

[Catatan Penerjemah] You Win in the Locker Room First

oleh: Jimmy Simanungkalit Kenapa harus dimulai di locker room atau ruang ganti? Di dunia olahraga, ruang ganti merupakan tempat para atlet berganti baju dan menyimpan barang-barang pribadi. Bisa dikatakan sebagai ruang pribadi bagi tim. Tempat pelatih memberikan pengarahan singkat sebelum pertandingan atau latihan, juga melakukan evaluasi setelah pertandingan atau latihan. Saya memaknai ruang ganti ini…

Continue reading

The Hard Hat_SC-01 Jon Gordon, Buku Pengembangan Diri

[Catatan Penerjemah] The Hard Hat

Oleh: Jimmy Simanungkalit   Sosok seperti siapa yang saya ingin jadikan sahabat? George Boiardi. Sosok seperti siapa yang saya dambakan menjadi rekan satu tim? George Boiardi. Saat meninggal, saya ingin dikenang seperti siapa? George Boiardi. Semoga! Baik hati, tulus, lembut, sopan, tidak egois, peduli, bertanggung jawab, memiliki etos kerja, tidak sombong ataupun sok penting, dan…

Continue reading

Cover Happiness Project-01

[Catatan Penerjemah] The Happiness Project

Oleh: Evie Candra Terlepas dari cara, sarana, langkah, ataupun jalan yang ditempuh, sebagian besar motif orang melakukan segala sesuatu di dunia ini selalu bermuara pada pencapaian kebahagiaan diri. Apa pun itu. Disadari atau tidak. Siapa pun itu. Termasuk saya. Mungkin karena seperti dikatakan Aristoteles yang dikutip Gretchen Rubin dalam buku The Happiness Project ini, “Kebahagiaan…

Continue reading

Attitude 101-01, buku self improvement, John C. Maxwell

[Catatan Penerjemah] Attitude 101

Oleh: Yudith Listiandri Menerjemahkan selalu menjadi pekerjaan favorit saya. Saya selalu menikmatinya. Tetapi, menerjemahkan teks yang ternyata isinya bisa menjadi panduan dan pembelajaran untuk kehidupan saya, itu sebuah bonus yang besar. Karenanya, saya tidak sekadar menerjemahkan, tapi juga berusaha benar-benar memahaminya. Saya tidak akan menulis kalimat yang saya sendiri tidak mengerti. Kalimat yang saya tulis…

Continue reading

Untitled-1

[Catatan Penerjemah] Be A Direct Selling Superstar

Oleh: Andi Wahyu Bagi orang yang awam dengan dunia penjualan langsung (direct selling) seperti saya, menerjemahkan buku ini merupakan kesempatan baik untuk mengenal dan mendalaminya. Penjualan langsung mungkin dirasa sulit bagi sebagian besar orang, namun dengan membaca buku ini siapa pun akan mendapat manfaat tak terhingga dengan terjun ke dalamnya. Dengan membangun bisnis penjualan langsung,…

Continue reading

[Catatan Penerjemah] Let the Sky Fall

20140921_190652_20140921191610104Oleh: Linda Boentaram

Vane Weston bukan remaja cowok biasa. Sewaktu berusia enam tahun, ia ditemukan pingsan di reruntuhan setelah terjadinya tornado besar yang menewaskan kedua orangtuanya. Tidak ada yang tahu bagaimana Vane bisa selamat tanpa cedera berarti dari bencana itu. Anehnya lagi, Vane sama sekali tidak ingat hal yang terjadi sebelum tornado. Seolah kenangan enam tahun pertama hidupnya hilang disedot topan. Yang diingatnya cuma angin dan wajah seorang gadis cantik berambut gelap yang terus menghantui mimpinya.

 

Gadis itu ternyata sylph atau elemen udara bernama Audra, dan ia sudah mengenal Vane sejak kecil. Audra dan orangtuanya adalah kaum Easterly atau angin Timur yang dulu ditugasi Laskar Gale, semacam pasukan gabungan bangsa sylph, untuk melindungi keluarga Weston, satu-satunya kaum Westerly atau Angin Barat yang tersisa. Mereka diincar Penguasa Badai haus darah, Raiden, yang ingin menguasai bahasa rahasia angin Barat untuk menjadi sylph terkuat dan telah membantai setiap Westerly yang menolak mengajarinya.

 

Malangnya, Audra yang memanggil angin Selatan untuk menyelamatkan burung peliharaannya tanpa sengaja membocorkan lokasi mereka kepada Raiden, yang lalu mengirim dua penguasa badai yang menciptakan tornado dan membunuh orangtua Vane. Audra berusaha menolong Vane, tetapi malah nyaris tewas, dan ayah Audra akhirnya berkorban nyawa untuk menolong putrinya dan Vane. Dihantui rasa bersalah dan dituding ibunya sebagai penyebab kematian sang ayah, Audra pun bersumpah menjadi penjaga Vane, meski untuk itu ia harus menderita tidak makan dan tidur selama sepuluh tahun agar mencapai kekuatan puncaknya. Vane sementara itu hidup bahagia bersama orangtua angkatnya, sama sekali tidak ingat asal-usulnya karena ingatannya dihapus ibu Audra untuk menyembunyikannya dari Raiden.

 

Audra berusaha perlahan-lahan memicu terobosan bahasa angin Vane agar ia sedikit demi sedikit mengingat jati dirinya, namun tidak berhasil. Suatu saat, karena panik melihat Vane nyaris berciuman dan mengikat diri tanpa sengaja dengan manusia biasa, Audra memanggil angin Utara dan sekali lagi membocorkan lokasi mereka. Ia berusaha menutupi jejak dan meminta bantuan sang ibu, tetapi gagal. Kini Audra hanya punya sedikit waktu untuk melatih Vane menguasai bahasa angin agar bisa membela diri sebelum Penguasa Badai datang. Masalahnya, Vane juga harus menguasai bahasa angin Barat yang hanya diketahui orangtua kandungnya untuk mengalahkan musuh. Berhasilkah Audra memicu terobosan bahasa angin Vane dan membantunya menguasai bahasa angin Barat asal-usulnya?

 

Novel ini adalah fiksi pertama terbitan MIC Publishing, yang selama ini terkenal sebagai penerbit buku motivasi. Ketika ditawari ikut tes penerjemahannya, saya terkejut campur senang karena sudah lama ingin menerjemahkan novel fantasi. Apalagi ceritanya cukup unik karena mengisahkan tentang elemen udara, sedikit berbeda dengan novel fantasi lainnya. Waktu mengerjakan tes beberapa halaman awal, saya langsung suka pada gaya tutur orang pertama Vane yang cuek, nyeleneh tetapi juga kocak. Satu hal lagi yang membedakan novel ini dari novel fantasi YA akhir-akhir ini, yang biasanya diceritakan dari sudut pandang remaja perempuan.

 

Dan akhirnya, setelah lolos tes, dimulailah proses menyenangkan menggarap terjemahan fantasi pertama saya ini. Kisah dituturkan dari sudut pandang Vane dan Audra secara bergantian, menampilkan dua tokoh utama yang sifatnya sangat bertolak belakang namun harus bekerja sama untuk mencapai satu tujuan. Saya harus berpindah-pindah di setiap bab antara gaya bicara Vane yang santai dan cenderung kocak ke gaya bicara Audra yang serius dan muram, namun tantangan ini terasa mengasyikkan. Gaya menulis Shanon Messenger simpel namun mengalir mulus, membuat saya sangat menikmati proses penerjemahan. Bagian tersulit adalah menerjemahkan bait-bait puisi pendek yang digunakan para sylph untuk memanggil dan memerintah angin. Saya harus memutar otak untuk menemukan kata-kata yang berima namun tetap mempertahankan ‘bunyi’ puisi aslinya. Satu lagi tantangan menyenangkan bagi saya ketika mengerjakan buku ini.

 

Plotnya sendiri cukup seru, meskipun tokoh-tokoh di buku pertama ini tidak banyak. Selain Vane dan Audra, tokoh sentral lain adalah ibu Audra yang cantik, lihai dan misterius, serta orangtua angkat Vane yang menambah bumbu humor cerita ini. Saya sejujurnya ingin tahu lebih detail tentang Laskar Gale dan Raiden serta dunia sylph, tetapi minimnya kemunculan mereka tak mengurangi keseruan cerita. Karakter Vane dan Audra kuat dan menarik, dan dinamika hubungan mereka beserta semua kelucuannya membuat kita bersimpati pada pasangan ini. Saya menyukai perkembangan Vane yang tadinya cowok cuek dan malas menjadi lelaki dewasa dan bertanggung jawab, tanpa kehilangan selera humor pedasnya, serta perubahan Audra yang tadinya keras dan serius menjadi lebih lembut dan santai. Salah satu adegan favorit saya adalah ketika Vane berusaha membujuk Audra berhenti menyiksa diri dengan rasa bersalah dan mengajaknya ke restoran hamburger untuk makan pertama kali setelah bertahun-tahun. Semua ini, ditambah kejutan di akhir cerita dan ending yang mengambang, membuat saya geregetan ingin membaca buku keduanya.

 

Akhir kata, saya merasa bersyukur mendapat kesempatan menerjemahkan fiksi pertama terbitan MIC Publishing ini. Semoga lanjutannya juga bisa segera dinikmati para pembaca di sini.

Artikel ini sudah dibaca 6 kali

COVER SECRET LETTER_FINAL OKE_Embed-01

[Catatan Penerjemah] The Secret Letters of the Monk Who Sold His Ferrari

Oleh: Barokah Ruziati. Jujur, saya bukan penggemar buku motivasi atau pengembangan diri dan sejenisnya. Lalu mengapa saya berminat menerjemahkan buku ini? Karena saat membaca sinopsisnya di Goodreads, saya melihat isi buku ini melibatkan perjalanan ke beberapa negara di benua yang berbeda. Sebagai penggemar buku travelling, faktor tersebut tentu saja langsung menggugah keingintahuan saya.  The Secret…

Continue reading

17-essential-cover-tjiwi_oke-519x799

[Catatan Penerjemah] The 17 Essential Qualities of a Team Player

Oleh: Jimmy Simanungkalit Bagi saya, memilih anggota tim bukanlah perkara mudah. Menentukan tujuan, merancang program-program untuk mencapai tujuan, dan membentuk tim untuk menjalankan program demi pencapaian tujuan. Saya pernah mengalaminya saat dipercaya memimpin sebuah organisasi pemuda. Tujuan organisasi menjadi taruhannya. Salah pilih anggota tim, program-program yang dirancang bisa saja tidak berjalan sesuai rencana. Bahkan, tujuan organisasi…

Continue reading

You Can't Lead with your feet on the desk_TJIWI_merge_tampak depan-01

[Catatan Penerjemah] You Can’t Lead With Your Feet on The Desk.

Oleh: Bethari Ismayasari. You Can’t Lead With Your Feet on the Desk adalah buku menarik tentang pengalaman kepemimpinan yang penuh petualang. Buku ini bukan buku rumit yang mengajarkan kepemimpinan dengan berbagai macam teori. Membaca buku ini menyenangkan, banyak pelajaran yang bisa kita serap dari pengalaman yang dibagi oleh Ed Fuller.   Dalam buku ini Ed Fuller…

Continue reading

1 2