fbpx
February 17, 2016

Cerita di Balik Keagungan Gunung Everest, Gunung Tertinggi Dunia

“Selalu ada kompetisi di antara orang-orang dan gunung, gununglah yang selalu menjadi pemenang” Anatoli Boukreev-Pendaki Gunung Everest

Gunung Everest, semua orang tahu bahwa gunung ini adalah gunung tertinggi di dunia dan hampir semua orang di dunia ingin menakhlukan gunung itu. Siapa orang yang pertama berhasil menjejakkan kaki di puncak Everest? Dunia mencatat nama Sir Edmun Hillary, pendaki dari Selandia Baru yang akhirnya mencapai puncak di ketinggian 8.824 meter (titik tertinggi di bumi).

Sesungguhnya di balik kisah suksesnya, ada seorang yang bernama Tenzing Norgay. Siapa dia? Tenzing Norgay adalah seorang penduduk asli Nepal yang bekerja sebagai pemandu (sherpa) bagi para pendaki.

edmund_hillary_0110
Edmund Hillary dan Tenzing Norgay 

Tenzing dan Sir Edmund Hillary akhirnya mencapai puncak Everest  pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30.  Peristiwa itu kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendaki berikutnya untuk mengikuti keberhasilan mencapai puncak Everest. Karena pada rentang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi telah berusaha menaklukkan Everest, namun mengalami kegagalan, beberapa diantaranya dipandu oleh Tenzing.

Keberhasilan Sir Edmund Hillary tentunya sangat fenomenal mengingat baru berakhirnya Perang Dunia II dan menjadi seorang inspirator bagi seluruh bangsa di dunia. Karena keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal di seluruh dunia.

Seperti disebut di awal, Tenzing sebagai pemandu pasti berjalan di depan, jadi seharusnya ia yang dicatat sebagai orang pertama menaklukan puncak Everest, dan bukan Sir Edmun Hillary yang sangat populer itu.

Tenzing_Tenzing_Norgay_Adventures
Tenzing Norgay

Setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay (pemandu) kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay.

Reporter:

“Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?”.

Tenzing Norgay:

“Sangat senang sekali”.

Reporter:

“Anda kan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?”.

Tenzing Norgay:

“Ya, benar sekali. Pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya & menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia”.

Reporter:

“Mengapa Anda lakukan itu?”

Tenzing Norgay:

“Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian saya. Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIAN-nya”.

 

 

Dari cerita di atas, dapatkah tenzing Hillary menyelesaikannya seorang diri? Jawabnya tidak. Dapatkah mereka menyelesaikannya tanpa tim yang hebat? Sekali lagi, jawabannya tidak. Mengapa? Karena tuntutan untuk bekerja sama meningkat seiring dengan bertambah buruknya kesulitan yang harus dihadapi. Itulah Hukum Gunung Everest.

Jika Anda masih belum memahami tentang arti kerja sama tim dan arti impian-impian besar yang tercapai karena tim, ajarilah diri Anda untuk mengandalkan tim Anda. Anda tidak bisa mengalahkan tantangan yang besar seorang diri. Tenzing Norgay dengan yakin mengatakan, selepas ia turun dari Puncak Everest, “Di atas gunung yang tangguh, Anda tidak bisa meninggalkan rekan Anda dan Pergi ke puncak sendirian”.

(Cerita ini dikutip dari buku Into Thin Air karangan Jon Krakauer, dan buku The Climb karangan Anatoli Boukreev juga buku The 17 Indisputable Laws Of Teamwork karya John C. Maxwell)

~ Artikel ini sudah dibaca 238 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!