fbpx
April 25, 2016

Dream Come True Sang Rangga Umara

Smart Leaders, hari ini mimin mau mengutip sebuah artikel dari Vivanews.com. Artikel ini membahas tentang kesuksesan dari seorang pegawai yang dipecat dari pekerjaannya dan tak pantang menyerah dalam menggapai impiannya. Berawal dari sebuah dream book yang sempat terabaikan, hingga pemecatan, dan keinginan untuk menjadi pengusaha, impiannya dan perjuangannya membawanya menuju kesuksesan besar. Penasarankan gimana ceritanya? Simak yuk!!

Menulis merupakan sebuah keharusan yang dimiliki oleh setiap orang. Selain membaca, kita juga belajar menulis sejak Sekolah Dasar, dan hal ini tentunya sangat berguna hingga kita dewasa, setidaknya itulah yang saya alami. Hasil tulisan kita pun dapat menjadi sesuatu yang sangat berguna pula untuk masyarakat.

Seperti apa yang telah dilakukan oleh Rangga Umara, seorang wirausaha muda yang sukses dalam berkarier. Rangga merupakan seorang pemilik sekaligus pendiri rumah makan Pecel Lele Lela.

Ditemui dalam acara seminar yang diselenggarakan oleh Bolpen StandardVivanews.comHarian RepublikaJobstreet.com, dan Jak-TV, pada hari Sabtu, 17 Maret 2012, di Gedung Menpora, Senayan, Rangga menceritakan kisah suksesnya dalam membangun karier sebagai pengusaha.

Bagaimana manfaat sebuah tulisan dalam kesuksesannya saat ini. Manis getirnya menjadi seorang pengusaha sudah pernah Rangga rasakan, dan semuanya Rangga tuangkan dalam sebuah tulisannya yang dibukukan dan diberi judul “The Magic Of The Dream Book“.

Bagaimana caranya dari menulis bisa menjadikan seseorang sukses? Tentu saja Rangga tidak membuat rumah makan dengan tulisannya. sebelum menjadi sukses seperti sekarang ini, pria yang sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan swasta ini, pernah memiliki sebuah buku catatan yang berisikan semua impian-impiannya.

Salah satunya, Rangga menuliskan impiannya untuk memiliki rumah makan pada sebuah catatan miliknya. Hingga dia merasa bahwa impian yang dituliskan hanyalah angan-angan belaka dan dia sempat melupakan sejenak mengenai catatannya tersebut.

Pada tahun 2006, Rangga dipecat dari pekerjaannya karena perusahaannya mengalami krisis keuangan. Ia lalu memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha.

Karena berpikiranbahwa ia tidak ingin kena pecat lagi maka usaha pecel lele yang menjadi pilihannya ketika itu. Belajar dari pengalaman, pria berpenampilan resik tersebut menemukan solusi dari setiap permasalahan yang dialaminya dalam membangun usaha.

Awal karier memang tak semulus rencananya, tetapi Rangga tetap berjuang. Usaha yang awalnya hanya menyewa ruko berukuran 2×2 meter tersebut telah berkembang menjadi sebuah rumah makan modern yeng menyajikan makanan khas lele dengan total 63 cabang di Indonesia.

Pecel Lele Lela merupakan sebuah rumah makan yang menyajikan hidangan lele. Ikan tersebut diolah menjadi berbagai macam menu dengan sangat kreatif. Beberapa menu lele yang ditawarkan antara lain, Lele Fillet Goreng Tepung, Lele Original, serta Lele Saus Padang.

Harga yang dipatok untuk setiap menu tentulah sangat pas dengan isi kantong semua kalangan. Awalnya, usaha ini hanya berpenghasilan Rp3 juta perbulan, kini omset usaha tersebut mencapai Rp7,8 miliar perbulan.

Dikelola dengan profesional, Pecel Lele Lela kini telah menjadi salah satu rumah makan yang terbilang sukses. Demi memanjakan pelanggannya, Pecel Lele Lela memberikan promosi, seperti makan gratis kepada orang yang berulang tahun, atau makan gratis selama seumur hidup kepada orang yang bernama Lela

Kemudian, di saat Rangga mereguk manisnya sukses kala itu, dia kembali melihat catatan impian lamanya dan melihat bahwa salah satu impiannya telah menjadi kenyataan. Secara tidak sadar, apa yang Rangga impikan dan dituliskan ke dalam catatan tersebut telah menjadi kenyataan.

Semua pengalamannya tersebut serta keajaiban sebuah buku impian yang pernah dialaminya telah dituliskan ke dalam sebuah buku, agar semua orang dapat mendapatkan sebuah inspirasi dari seorang tukang pecel lele.

Kini, Rangga kembali melanjutkan impian-impian besarnya dengan membawa nama Pecel Lele Lela mengepakan sayapnya hingga ke seluruh dunia.

Rangga berharap Lela yang merupakan sebuah singkatan dari “Lebih Laku” tersebut, menjadi sebesar McDonald ataupun KFC yang menjalar hingga seluruh dunia.

Tentunya dengan usaha yang keras, seperti kata Rangga, “Tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang tidak setinggi cita-citanya”.

 

~ Artikel ini sudah dibaca 32 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!