fbpx
July 6, 2017

Editor Pick For #POTD: Beberapa CEO Hebat Perusahaan International yang Ternyata Tidak Lulus Dari Pendidikannya

Successful people always have two things on their lips; silence and smile – Mark Zuckerberg.

Smart Leaders,

Indonesia, beberapa waktu ini sedang ramai dengan pro dan kontra tentang kebijakan sekolah 8 jam sehari yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan, Muhadjir Effendy. Sebenarnya, keputusan Pak Menteri ini memiliki alasan tersendiri. Salah satunya ingin memberikan tunjangan yang lebih layak kepada para guru dengan menambah jam kerja. Juga, mengedukasi siswa dengan kegiatan yang bukan hanya belajar di kelas saja.

Tetapi, reaksi masyarakat tidak semuanya setuju atas keputusan Muhadjir Effendy. Bahkan, Presiden Jokowi sendiri meminta agar Muhadjir meninjau ulang keputusan yang dicetuskan. Bagaimana keputusan finalnya, baru akan terjawab pada ajaran baru di semester depan.

Bicara tentang jam sekolah di Indonesia yang menuai pro dan kontra, di bawah ini ada 5 jajaran CEO yang jangankan sekolah 8 jam sehari (iyalah, bukan zaman mereka juga), bahkan mereka tidak lulus alias dropped out, loh. Siapa saja mereka? Yuk, cek daftar di bawah ini:

Travis Kalanick, CEO UBER

via techstory.in
via techstory.in

Kalanick memilih keluar dari bangku kuliah pada 1998 untuk mulai berbisnis dengan rekannya. Sebelum sukses mendirikan Uber, Kalanick terlebih dahulu mengalami kebangkrutan saat mendirikan dua perusahaan. Perusahaan yang juga berbasis internet itu adalah Scour dan Red Swoosh.

Lepas dari kegagalan mendirikan dua perusahaan tersebut, Kalanick tidak putus asa. Dia pun mendirikan Uber. Meskipun perusahaan ini sedang dilanda masalah internal serta rencananya keluar, namun kesuksesan Kalanick di Uber tetap akan dicatat sejarah.

 

Michael Dell, CEO DELL

via succeedfeed.com
via succeedfeed.com

Kalau Anda pengguna perangkat elektronik dengan merk Dell, Smart Leaders harus tahu alasan di balik penamaan Dell tersebut. Michael Dell, lahir di Texas Amerika Serikat 52 tahun silam. Pada usia yang baru pertengahan abad ini, Dell sudah mengecap kesuksesan dari hasil berbisnisnya di bidang perangkat elektronik.

Dell mulai merintis bisnisnya ketika ia masih menjadi mahasiswa di Universitas Texas. Saat itu ia menjajal peruntungan sebagai seorang pekerja paruh waktu. Namun, sebab pada tahun pertama ia berhasil mendulang omzet hingga US$ 80.000, mulailah ia mengambil keputusan untuk berhenti dari bangku kuliah dan serius menjalankan bisnis perangkat elektronik Dell.

 

Mark Zuckerberg, CEO FACEBOOK

via lavanguardia.com
via lavanguardia.com

Who doesn’t know this man? Yup, siapa yang tidak kenal Zuckerberg? Hampir mustahil rasanya jika Anda pengguna Facebook, tapi tak kenal sama Bapak Facebook yang satu ini. Zuckerberg lahir di New York tahun 1984. Hitung sendiri ya berapa usia dia sekarang.

Sukses dengan Facebook, Zuckerberg melalui perjalanan yang cukup panjang. Ia tercatat sebagai mahasiswa dropped out dari Universitas Harvard. Zuckerberg rela keluar dari the most popular university in the world, demi mengejar karier. Tapi, terbukti semua itu sama sekali tak sia-sia. Sekarang, lihat seberapa banyak pengguna Facebook di dunia?

Pun begitu, bukan berarti Smart Leaders harus mengikuti jejak Zuckerberg untuk berhenti kuliah dengan pertimbangan yang mentah ya. Apalagi, setelah 12 tahun DO, Zuckerberg toh akhirnya tetap diwisuda oleh kampus yang ditinggalkannya. Dia mendapat gelar kehormatan alias honoris causa.

 

Steve Jobs, CEO APPLE

viaq lastampa.it
viaq lastampa.it

Kalau yang satu ini udah pasti tak asing lagi. Ya, bos perusahaan ponsel terbaik dunia, Steve Jobs atau bernama asli Steven Paul Jobs pernah tercatat sebagai mahasiswa Reed College, Portland. Namun, status ini hanya bertahan selama satu semester, benar-benar satu semester.

Meskipun tidak lagi menyandang status sebagai mahasiswa, Jobs tidak berhenti belajar. Bahkan, ketika ia harus menyerap ilmu dengan tiduran di lantai kamar rekannya, mengembalikan botol-botol soda demi mendapatkan uang, dan mendapatkan makanan gratis dari wihara setempat. Hidupnya benar-benar diuji coba.

Buktinya? salah satu jajaran CEO dropped out ini telah memberikan kontribusi besar dalam dunia teknologi pada seluruh masyarakat dunia. Jobs, pernah berasumsi dengan begitu percaya diri, bahwa jika ia tidak mendatangi kuliah tunggal di Reed College, sampai dengan saat ini Mac tidak akan memiliki ragam huruf cetak atau huruf dengan spasi sejajar.

 

Bill Gates, CEO MICROSOFT

via businessinsider.com
via businessinsider.com

Terakhir, Bill Gates. Meskipun sudah tidak menjabat sebagai CEO Microsoft per tahun 2008, Gates tetap mengetuai Microsoft secara non-eksekutif. Tercatat dalam sejarah sepanjang 1995 hingga 2009, kecuali 2008, Bill Gates menjadi orang terkaya dunia peringkat pertama.

Latar belakang Bill Gates dalam dunia pendidikan juga tak jauh berbeda dengan keempat CEO di atas. Bill Gates tercatat sebagai mahasiswa dropped out dari Universitas Harvard setelah dua tahun berkuliah dan berteman akrab dengan Steve Ballmer, rekan bisnisnya dalam mendirikan Microsoft.

Untuk sukses, kelima orang hebat di atas membuktikan dua hal. Pertama, adanya kurikulum di sekolah bukan batas untuk setiap orang layak mendapatkan kesempatan sebagai orang sukses. Kedua, yang perlu diaplikasikan sebenar-benarnya dalam kehidupan nyata adalah aksi, bukan wacana. Untuk hal satu ini, berapa persen bisa didapatkan dari proses memahami teori di kelas?

Jadi, bagaimana dengan wacana sekolah 8 jam sehari? Percaya saja bahwa apa pun keputusan final Menteri Pendidikan kita nantinya akan membawa kebaikan bagi seluruh pihak.

~ Artikel ini sudah dibaca 12 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!