fbpx
June 29, 2017

Editor Pick For #POTD: Surganya Pecinta Buku Di Dunia, Yuk Kunjungi Sekarang Juga!!

Hai Smart Leaders,

Back to again with city of book travelers!! By The Way hari ini mimin seneng banget. Kenapa? Karena selain besok sudah memasuki long weekend, hari ini mimin akan membahas tentang kota-kota yang wajib jadi tempat berlibur para Kutu Buku (*termasuk mimin*).

Hayo siapa yang disini benar-benar kutu buku? (mimin angkat tangan**). Guys, sering sekali ada banyak pertanyaan, apakah ada kota yang benar-benar cocok untuk penggila buku? Tentu saja ada, bahkan terdapat beberapa tempat yang mendapat sebutan sebagai surganya para kutu buku. Wah keren kan? Bisa dipastikan tempat ini tidak kalah menarik dengan tempat-tempat dimana terkenal dengan baju atau tas ber-branded mahal.

Dilansir dari beberapa situs internet (akibat mimin lagi sering browsing hal-hal unik bin aneh -,-), konsep kota buku ini digunakan untuk menyebut sebuah kota yang digerakkan dan diubah oleh keberadaan buku. Jadi kota-kota ini berkembang dan menjadi maju juga karena buku. Nah ini benar-benar harus dijadikan contoh oleh seluruh penerus bangsa Indonesia, kalau ingin Negaranya berkembang maju harus rajin baca buku dong!! Biasanya kota-kota ini memiliki banyak toko buku baik yang menjual buku baru maupun lama serta memiliki festival buku dan titik-titik yang sangat tepat dan nyaman untuk membaca.

5 Tempat ini juga sangat recommended loh Smart Leaders untuk jadi tempat berlibur keluarga dan sangat wajib untuk dikunjungi, kenapa? Karena selain Anda mengeluarkan uang banyak untuk pergi kesana, Anda akan mendapatkan banyak manfaatnya, contohnya ya selain mendapatkan pemandangan yang sangat berkelas dan indah banget, anda juga akan mendapatkan buku-buku yang sangat bermanfaat untuk menambah ilmu dan koleksi Anda yang bias dibawa pulang ke tanah air loh!! Yuk buruan nabung Smart Leaders!!

#Bredevoort, Belanda

Toko-Buku-di Bredevoort belanda
via google.com

Smart leaders, tempat pertama yang wajib kamu kunjungi adalah Bredevoort, merupakan sebuah kota tua di Belanda dengan struktur bangunan dan kota yang masih seperti abad pertengahan. Penduduk dari kota ini sendiri hanyalah sekitar 1525 jiwa. Perubahan kota kuno ini menjadi sebuah kota buku bermula pada tahun 1993 karena terdapat lebih dari 20 toko buku bekas dan antik.

Tiap bulannya, pada hari sabtu minggu ke tiga, kota ini mengadakan sebuah pasar buku yang mengundang banyak penjual buku dari seantero Belanda untuk menjual berbagai macam buku di kota ini. Bredevoort juga merupakan salah satu pendiri dari International Organisation of Book Towns dan memiliki banyak kegiatan sastra yang menunjang roda perekonomian kota tersebut.

 

#Hay-On-Wye, Wales

Toko-buku-di-Hay-On-Wye-Wales
via google.com

Beberapa bulan terakhir, mimin pernah membahas tentang keindahan kota ini dengan surga bukunya. Dan ternyata kota Hay On Wye ini merupakan tempat kedua surga buku yang wajib banget untuk dikunjungi. Perubahan pertama dari kota kecil yang berada di Wales ini untuk menjadi kota buku adalah pada 1961 ketika seorang pengusahan bernama Richard Booth mulai membuka sebuah toko buku bekas. Ternyata toko itu menjadi sangat populer dan kini merupakan salah satu toko buku bekas terbesar di Eropa. Setelah itu mulai bertumbuh spesialis dan penjual buku kuno yang berkembang di kota tersebut dan menjadi pusat dari roda ekonomi di Hay-On-Wye.

Kota kecil dengan penduduk sekitar 1600 jiwa ini merupakan salah satu kota buku pertama yang ada di dunia. Pada 1987 di kota ini juga mulai diadakan sebuah festival sastra yang kini merupakan festival terbesar di Britania Raya. Setidaknya setiap tahun ada 250 ribu kutu buku yang mengunjungi kota tersebut.

 

#Hobart, New York

toko buku di Hobart-New-York
via google.com

Tempat ketiga adalah Hobart di New York. Berawal dari kota yang ditinggalkan penduduknya dan menjadi sebuah kota mati hingga menjadi sebuah kota dengan buku yang sangat menyenangkan. Pada tahun 1999 kota ini sempat sepi dan usaha yang terdapat di wilayah tersebut hanyalah sebuah rumah makan saja. Sadar akan kondisi yang tidak menyenangkan tersebut, seorang warga lokal bernama Don Dales melihat peluang untuk membeli tempat-tempat kosong dan menjadikannya sebagai sebuah toko buku.

Ternyata usaha yang dilakukan oleh Dales ini berhasil sehingga akhirnya pada tahun 2004 dia membuat dua toko buku lagi di kora tersebut. Saat ini terdapat enam toko buku di wilayah yang hanya berpenduduk 440 jiwa ini. Terdapat beberapa festival buku yang menarik perhatian sebagai daya tarik tempat ini serta menjadi tujuan wisata di akhir pekan bagi warga New York untuk mencari buku. So, meskipun sekarang New York lebih terkenal dengan parfum, baju dan tas berkelasnya tetapi salah satu kotanya masuk dalam jajaran surge dunia para kutu buku. Hebat!!

 

#Redu, Belgia

Toko-Buku-di-Redu-Belgia
via google.com

Tempat keempat ini merupakan surga buku yang tercipta karena termotivasi dari kota Hay On Wye. Pada tahun 1979, sekembalinya dari perjalanan ke Hay-On-Wye seorang warga lokal bernama Noel Anselot memutuskan untuk mengundang banyak penjual buku di berbagai daerah untuk datang ke desanya. Dia melakukan itu melalui surat dan mengajak penjual buku untuk mulai berjualan pada berbagai bangunan yang telah ada dan tersedia di kota tersebut.

Ternyata hal yang dilakukan oleh Anselot itu tidak percuma dan kini telah ada sekitar 17 toko buku di desa tersebut yang menjual buku bekas dan komik. Terdapat banyak festival dan acara berhubungan dengan buku yang digelar di desa tersebut. Pada tahun 984, kota ini akhirnya dinobatkan sebagai salah satu kota buku setelah berhasil menyelenggarakan festival buku pertama mereka.

 

#Fjaerland, Norwegia

Buku-di-Fjaerland-Norwegia-1024x768
via google.com

And The Last Of The Ring ehh salah! Yang benar adalah The Last Of The Place is Fjaerland. Tempat ini berada di wilayah sekitar fjord di dekat laut arktik di Norwegia. Lokasinya yang tersembunyi menjadikan kota ini sebagai salah satu kota buku paling terpencil di dunia. Sebelum tahun 1994 ketika jalan dibangun, kota ini hanya dapat ditempuh dengan perahu. Kondisi terpencil tersebut membuat kota ini ditinggalkan, namun dari situ lah maka berkembangnya usaha buku di kota itu.

Banyaknya bangunan yang tidak digunakan di kota tersebut ternyata dapat dimanfaatkan untuk dijadikan sebuah toko buku. Bekas kandang kuda, toko sayur, kantor pos, dan pemberhentian ferry adalah beberapa tempat yang dimanfaatkan oleh warga lokal sebagai toko buku. Hanya saja cuaca dingin yang ekstrem di kota tersebut hanya memungkinkan untuk tamu datang pada bulan Mei hingga September saja.

Oke Smart Leaders, gimana? Mau merubah tiket pesawatnya sekarang juga? Atau mau memboking dulu tiket pesawatnya, atau malah mau berusaha menabung dulu untuk pergi kesana? Sabar, masih banyak waktu kok. Yuk ciptakan kreasimu di Indonesia, siapa tau nantinya Negara kita juga akan menjadi Negara denganĀ  surga buku terbesar di dunia. aminnn

Sumber: 5berita.com

~ Artikel ini sudah dibaca 6 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!