May 19, 2017

Fakta Sikap Mau Belajar Bisa Membuat Anda Sukses Ada dalam Cerita ini, Simak Yuk!!

Smart Leaders, siapa sih yang tidak tahu jika Anda melihat gambar pria kecil berkumis tipis, menenteng tongkat, dan mengenakan celana baggy, sepatu kedodoran, dan topiĀ derby, Anda akan segera tahu dia adalah Charlie Chaplin.

Zaman sekarang hampir semua orang mengenalnya. Nyatanya, pada 1910-an hingga 1920-an, ia merupakan tokoh paling terkenal di dunia. Jika kita memperhatikan selebriti zaman sekarang, orang yang bisa disamakan dengannya cuam Michael Jordan. Sayangnya untuk menilai siapa yang lebih terkenal, kita harus menunggu 75 tahun lagi untuk mengetahui seberapa terkenalnya si Michael atau Charlie Caplin.

Charlie Chaplin, via www.google.com
Charlie Chaplin, via www.google.com

Kisah seorang Charlie Chaplin berawal saat dia lahir. Tak ada yang menduga ia akan meraih kesuksesan. Lahir di tengah keluarga miskin, orang tuanya musisi orkestra Inggris. Ia terlunta-lunta di jalanan sejak kecil saat ibunya tinggal di lembaga permasyarakatan.

Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah penampungan dan panti asuhan, ia mulai bekerja di panggung hiburan untuk menafkahi diri sendiri. Pada usia tujuh belas, ia menjadi pemain kawakan. pada 1914, di usia pertengahan dua puluhan, ia bekerja pada Mack Sennett di keystone Studios di hollywood, dengan gaji $150 per minggu. Di tahun pertama bekerja di bisnis film, ia menghasilkan 35 film sebagai aktor, penulis, dan sutradara. Semua orang lantas memuji talentanya, dan kepopuleran Caplin pun meningkat. Setahun kemudian, ia menghasilkan $1.250 per minggu. Lalu pada tahun 1918, ia melakukan sesuatu yang mencengangkan. Ia menandatangani kontrak industri hiburan pertamanya bernilai $1 juta. Ia kaya, terkenal, dan menjadi pembuat film paling berpengaruh di dunia – saat usianya baru mnecapai 29 tahun.

Chaplin meraih kesuksesan karena ia memiliki bakat besar serta semangat pantang menyerah. Namun karakter itu didukung oleh keinginan untuk selalu belajar. Ia bertekad dan berjuang untuk terus bertumbuh, belajar, dan meningkatkan keahlian. bahkan ketika ia sudah jadi penampil paling terkenal dengan bayaran tertinggi di dunia, ia belum puas dengan status tersebut.

Charlie chaplin via http://wallpapersdsc.net
Charlie chaplin via http://wallpapersdsc.net

Hasrat untuk bertumbuh membuatnya sukses secara finansial, dan sikap itu juga membuatnya selalu meraih kesuksesan. pada masa itu, karya Chaplin disambut sebagai hiburan yang mengagumkan. Seirung waktu, ia terkenal sebagai karya besar. ia dipuji sebagai salah satu pembuat film terbesar sepanjang masa. Penulis skrip dan kritikus film, James Agee, menuliskan, “Pantomim terbaik, emosi terdalam, puisi paling indah dan pedih terkandung dalam karya Chaplin.”

Jika Chaplin mengganti rasa haus untuk belajar dengan kesombongan dan kepuasan diri – saat ia meraih kesuksesan – namanya akan sama dengan Ford Sterling atau Ben Turpin. Bintang film bisu yang pernah tenar namun kini dilupakan. Tapi Chaplin tetap bertumbuh dan belajar menjadi aktor, sutradara, dan akhirnya produser film. Ketika pengalaman mengajarkan bahwa para pekerja film haris menjalin hubungan baik dengan studio dan distributor, ia pun mendirikan perusahaan United Artist bersama Douglas fairbanks, Mary Pickford, dan D.W Griffith. Perusahaan film itu masih berproduksi hingga saat ini. (The 21 Indispensable Qualities of a Leader)

~ Artikel ini sudah dibaca 6 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!