fbpx
March 24, 2017

Intinya, Talenta Saja Tidak Cukup

Smart Leders,

Di era Globalisasi ini, talenta kerap kali dinilai terlalu tinggi dan disalahartikan. Seorang penyair dan penulis naskah drama,Edouard Pailleron dari Prancis mengatakan, “Raihlah kesuksesan dan orang-orang bodoh mengatakan itu karena Anda mempunyai talenta.” Ketika seseorang meraih hal besar, orang lain sering mengatakan bahwa prestasi yang dicapainya itu terkait dengan talentanya belaka. Namun, itu cara pandang kesuksesan yang salah dan menyesatkan. Jika talenta saja cukup, mengapa kita seringkali melihat dan mengetahui ada orang-orang bertalenta  tetapi tidak sukses.

Banyak pemimpin bisnis terobsesi dengan talenta, terutama di Amerika. Ada yang mengira talenta adalah jawaban setiap masalah. Malcolm Gladwell, penulis buku The Tipping Point dan Blink, mencatat bahwa banyak perusahaan dan konsultan menempatkan banyak orang bertalenta di atas segalanya. Ia mengatakan, “‘Pola pikir talenta’ ini adalah ortodoksi baru dalam manajemen Amerika.” Beberapa perusahaan tertentu mempekerjakan belasan lulusan MBA dari universitas terkenal, cepat menaikkan jabatannya, menggajinya dengan boros, tetapi tidak pernah menilai kinerjanya dengan cermat. Gladwell bertanya, “Bagaimana Anda mengevaluasi kinerja seseorang dalam suatu sistem di mana tak seorang pun bekerja cukup lama untuk melaksanakan evaluasi tersebut?”

Talenta saja takkan cukup. Peter Drucker, bapak manajemen modern, mengatakan, “Tampaknya ada sedikit korelasi antara efektivitas seseorang dengan kecerdasannya, imajinasinya, atau pengetahuannya. Kecerdasan, imajinasi, dan pengetahuan adalah sumber daya yang penting, tapi hanya efektivitas yang mampu mengubah ketiganya menjadi hasil. Kecerdasan, imajinasi, dan pengetahuan memiliki keterbatasan jika berjalan sendiri-sendiri. Jika talenta saja cukup, orang yang paling berpengaruh dan paling efektif pasti menjadi pribadi paling bertalenta. Namun, seringnya tidak demikian. Pertimbangkanlah hal-hal berikut:

  • Lebih dari 50% eksekutif puncak dari perusahaan yang terdaftar dalam Fortune 500 itu memiliki nilai rata-rata C atau C- di perguruan tinggi.
  • 65% dari seluruh .
  • 75% dari presiden Amerika Serikat berasal dari murid yang berprestasi sedang-sedang saja di sekolah.
  • Lebih dari 50% pebisnis miliarder tidak pernah menyelesaikan kuliah!

Sudah jelas, talenta bukanlah segalanya.

~ Artikel ini sudah dibaca 8 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!