fbpx
November 29, 2016

Jangan Hanya Asal Bekerja Ya Smart Leaders, Terapkan 7 Hal Menarik Ini Yuk!!

Smart Leaders,

Seringkali untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang maksimal, seseorang rela bekerja keras dan terus-terusan. Mereka rela menghabiskan waktu siang dan malam demi menyelesaikan pekerjaannya. Bahkan sampai ada yang lupa waktu kapan terakhir mereka makan atau mandi karena terlalu sibuk focus pada pekerjan. Padahal agar pekerjaan mendapat hasil yang maksimal, Smart Leaders tak melulu harus kerja keras seperti itu.

Jadi Smart Leaders, jika Anda ingin hasil pekerjaan tetap maksimal, Ada bisa mewujudkannya meski tidak melulu kerja keras. Terkadang, kebanyakan orang lupa bahwa hasil yang maksimal tidak cuma dilihat dari pekerjaan aja, tapi dari juga dari beberapa aspek di luar itu. Jika Smart Leaders bisa menerapkan hal ini, tanpa kerja keras pun hasil pekerjaan Smart Leaders tetap bisa maksimal.

Menentukan visi dan misi yang jelas, sehingga apa yang Smart Leaders kerjakan tak ada yang sia-sia

Menentukan visi dan misi via www.pexels.com
Menentukan visi dan misi via www.pexels.com

Seseorang yang bekerja kadang lupa menentukan visi awal mereka. Sehingga apa yang mereka lakukan terkadang melebihi dari yang seharusnya tapi tak terlalu berdampak pada hasil kinerjanya. Hal ini karena apa yang dikerjakan tidak sesuai jalur yang seharusnya. Oleh karena itu, setiap apa yang Smart Leaders kerjakan, Anda harus mengerti dan paham apa goals yang ingin Anda capai. Sehingga Anda bisa menjabarkannya ke dalam misi-misi yang harus Anda kerjakan. Jika sudah tahu apa visi Smart Leaders bekerja, dan sudah paham misi apa saja untuk mencapai hal itu. Maka tanpa perlu bekerja berlebihan, Anda tetap bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Mendapatkan hasil maksimal bukan perkara cara bekerja saja, tapi juga waktu istirahat yang harus pintar kamu kelola

Istirahat yang cukup via www.pexels.com
Istirahat yang cukup via www.pexels.com

Hal ini memang benar adanya. Pekerjaan bukan perkara cara Anda bekerja saja. Tapi harus ada penyeimbang lainnya. Salah satunya adalah istirahat. Smart Leaders harus pintar mengelola waktu istirahat maupun hal lainnya. Mengurangi istirahat agar Anda bisa menambah waktu untuk bekerja sebenarnya bukanlah hal yang baik. Karena tubuh Smart Leaders juga butuh sejenak berhenti dari kesibukan dalam pekerjaan. Smart Leaders harus tahu batas tubuh Anda. Jika sudah mencapai batas, maka beristirahatlah. Bukankah tubuh Anda akan bekerja lebih optimal jika istirahat yang dibutuhkan bisa dipenuhi?

Waktu menyendiri demi menyegarkan kembali pikiran juga sangat penting. Bekerja sekeras apapun jika focus Smart Leaders akan tujuan akhir kabur, pasti Anda tak akan sampai

Biar bisa melihat garis akhir dengan jelas via unsplash.com
Biar bisa melihat garis akhir dengan jelas via unsplash.com

Setiap pekerjaan tak lepas dari permasalahan di dalamnya. Hal ini wajar karena dengan permasalahan itulah Anda bisa berkembang dan naik ke level selanjutnya. Dan jika apa yang Smart Leaders kerjakan mentok dan Smart Leaders kunjung menemukan jalan keluar, maka berhentilah sejenak. Anda butuh waktu untuk menyendiri. Tak ada gunanya jika terus memaksakan. Lebih baik luangkan waktu untuk diri Anda sendiri sehingga Smart Leaders bisa berpikir lebih jernih untuk memahami permasalahan yang ada. Meluangkan waktu untuk diri sendiri juga nyatanya mampu untuk membuat pikiran Smart Leaders segar kembali sehingga siap untuk memulai kembali aktivitas Anda.

Prinsip kualitas lebih penting daripada kuantitas harus dipegang teguh. Asal-asalan bekerja keras bisa saja menyelesaikan banyak tugas, tapi tak ada yang bisa menjamin kualitasnya

Karya berkualitas akan diingat selamanya via unsplash.com
Karya berkualitas akan diingat selamanya via unsplash.com

Selain itu, Anda juga butuh untuk meningkatkan kualitas apa yang Anda kerjakan. Lebih baik pekerjaan Anda memiliki kualitas yang bagus daripada kuantitas yang Smart Leaders kejar tapi berdampak pada hasil pekerjaan yang biasa saja. Dengan memfokuskan diri pada kualitas pekerjaan akan membuat hasilnya lebih maksimal dibanding hasilnya yang banyak tapi kualitasnya biasa saja. Coba biasakan untuk melakukan pekerjaan Smart Leaders sepenuh hati hingga selesai. Maka kualitas yang Anda miliki tidak akan mengecewakan.

Jangan keseringan bekerja ekstra, tapi bekerjalah secara konsisten. Konsistensi adalah kunci sukses yang sebenarnya

Kalau konsisten bekerja, kamu tak perlu begadang sampai pagi via unsplash.com
Kalau konsisten bekerja, kamu tak perlu begadang sampai pagi via unsplash.com

Hasil kerja yang maksimal juga dipengaruhi oleh konsisten atau tidaknya Anda saat melakukan pekerjaan. Hal ini berpengaruh karena hasil pekerjaan tidak naik turun. Kunci dari konsistensi ini tentunya adalah disiplin. Disiplin mengerjakan tanggung jawab dan menyelesaikannya dengan tepat waktu.

Makanya, mereka yang konsisten dengan pekerjaannya cenderung pulang tepat waktu, tidak harus lembur, tapi hasilnya tetap maksimal. Karena mereka mengerti dan disiplin dalam mengerjakan tanggung jawab. Selain itu, mereka yang tak mudah puas terhadap hasil akan berusaha agar pekerjaan mereka lebih baik dari waktu ke waktu. Karena itulah hasil yang mereka capai juga lebih maksimal.

Bekerja sekeras apapun tapi masih penuh distraksi, sama saja sia-sia. Asal bebas gangguan seperti update media sosial, bekerja dengan santai pun bisa bermanfaat

Batasi aktivitas di media sosial via www.unboxingdeals.com
Batasi aktivitas di media sosial via www.unboxingdeals.com

Zaman sekarang, kehidupan kita memang tidak bisa dilepaskan dari yang namanya internet. Dimanapun dan kapanpun, semua aspek kehidupan Smart Leaders akan dipengaruhi oleh internet. Apalagi dengan semakin berkembangnya media sosial, tentu waktu Anda yang ada akan semakin berkurang karenanya. Padahal, media sosial tersebut terkadang tidak terlalu penting untuk Anda.

Oleh karena itu, jika Anda ingin punya hasil kerja yang maksimal, coba batasi waktu Anda bermedia sosial. Kadang orang kalau sudah pegang gadget suka lupa waktu. Kerjaan jadi terlambat atau bahkan tak selesai. Coba buat kesepakatan dengan diri Smart Leaders untuk tak menyentuh gadget pada saat jam kerja. Dengan begitu, dijamin hasil kerjaan Smart Leaders akan lebih maksimal.

Kebiasaan baik yang Anda lakukan jangan hanya fokus ke raga, tapi juga perlu untuk jiwa. Rajinlah beribadah atau bersedekah, biar kerjaan Anda dilancarkan dari atas

Melakukan kebaikan via streetsense.org
Melakukan kebaikan via streetsense.org

Nah, melakukan kebiasaan baik secara tidak langsung berpengaruh pada hasil pekerjaan Smart Leaders lho. Misalnya bangun pagi, minum teh hangat, lalu berolahraga, tentu akan membuat tubuh Anda fit dan tak mudah sakit. Smart Leaders pun akan bersemangat saat menjalani jam kerja. Tapi tak cuma kebiasaan baik untuk raga saja yang harus Smart Leaders lakukan. Kebiasaan baik untuk jiwa atau batin juga perlu.

Salah satunya dengan melakukan ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Orang-orang yang dekat dengan Tuhannya cenderung lebih bahagia dan jauh dari rasa stress atau tertekan. Karena mereka yakin bahwa ada Tuhan yang akan membantu di saat dia butuh. Selain itu, kebiasaan baik itu juga bisa Anda lakukan pada sesama. Saling membantu antar tetangga, atau bersedekah pada yang membutuhkan juga akan membuat hati Anda semakin merasa bahagia.

Jadi jika ingin hasil pekerjaan Smart Leaders maksimal, Anda tidak bisa memfokuskan pada cara kerja Anda saja. Membanting tulang siang malam tak akan maksimal hasilnya jika hal-hal ini tidak Anda lakukan. Semua aspek kehidupan Smart Leaders harus seimbang agar hasil yang Anda capai tidak membuat kecewa.

 

~ Artikel ini sudah dibaca 25 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!