fbpx
November 17, 2015

Kegagalan: Hadiah atau Kutukan?

Kita semua pernah gagal. Namun, tindakan kita dalam menyikapi kegagalanlah yang menentukan kesuksesan kita di masa mendatang. Sebagian orang paling sukses di sepanjang sejarah pernah didera kegagalan hebat. Namun, sikap dan pilihan mereka lah yang mampu mengubah kegagalan menjadi kesuksesan besar.

Tak banyak yang tahu, Walt Disney pernah dipecat dari surat kabar karena dinilai miskin ide. Perusahaan kartun pertamanya juga bangkrut.

Siapa yang tidak cinta Lucy? Aktris besar bernama lengkap Lucille Desiree Ball ini pernah dikecam dan disebut tidak berbakat hingga terpaksa hengkang dari sekolah drama Murray Anderson.

Apa yang akan terjadi seandainya Dr. Seuss benar-benar membakar naskah buku pertamanya–setelah naskah itu ditolak 27 penerbit?

Barangkali kita sempat lupa, Steve Jobs diberhentikan oleh Apple saat ia berusia 30 tahun.

Oprah Winfrey juga pernah dipecat dari pekerjaannya sebagai pembaca berita dan dibilang tidak cocok  tampil di layar kaca.

Masih banyak kisah sukses besar lain yang justru melesat dari kegagalan. Yang perlu diingat, kegagalan bisa menjadi hadiah paling indah  jika kita pantang menyerah, mau belajar, mengembangkan diri, dan bertumbuh karenanya. Kegagalan kerap menjadi momen penentu, semacam titik persimpangan di jalan hidup kita. Kegagalan menguji keberanian, keuletan, komitmen, dan dedikasi kita.Kegagalan juga adalah kans untuk memutuskan seberapa dalam Anda menginginkan sesuatu. Akankah Anda menyerah? Atau  menggali lebih dalam, lebih berkomitmen, bekerja makin keras, belajar, dan mengasah diri? Jika meyakini inilah yang benar-benar Anda inginkan, Anda akan bersedia membayar harga yang dibutuhkan demi kesuksesan. Anda akan bersedia jatuh dan jatuh lagi demi menggapai sukses.

Tak dipungkiri, terkadang kegagalan juga menyebabkan kita mengambil jalur lain yang lebih baik bagi kita secara jangka panjang. Kadang harus ada tujuan yang patah dan mimpi yang hancur agar kita bisa memenuhi takdir kita. Kadang kegagalan menolong kita mengerti bahwa yang kita mau sebetulnya bukan tujuan itu, melainkan sesuatu yang lain. Ke mana pun jalan kegagalan ini akan membawa, Anda pasti akan dilatih untuk rendah hati. Karakter Anda akan terbangun, sudut pandang Anda akan dikoreksi, iman Anda akan bertumbuh. Anda pasti akan lebih menghargai keberhasilan Anda kelak. Tanpa kegagalan, Anda tak akan menjadi pribadi yang sukses.

Jadi, pandanglah kegagalan sebagai ujian, guru, jalan memutar demi hasil yang lebih baik, serta peristiwa yang akan mengembangkan diri Anda. Jangan jadikan kegagalan itu final dan fatal. Jangan sampai kegagalan itu memengaruhi jati diri Anda yang sebenarnya.

Kegagalan ada untuk memoles diri Anda, menjadikan Anda pribadi yang lebih baik. Pandanglah kegagalan sebagai berkat, bukan kutukan. Dengan demikian, Anda akan mengubah kegagalan itu menjadi batu loncatan yang membawa kesuksesan.

Tips sukses ini dikutip dalam buku The Carpenter, karya Jon Gordon.

~ Artikel ini sudah dibaca 8 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!