fbpx
July 28, 2016

Kenapa Harus Berinvestasi Saham?

 

It’s not how much money you make, but how much money you keep, how hard it works for you, and how many generations you keep it for.” –Robert Kiyosaki-

 

Tanpa memahami alasan mengapa harus melakukan sesuatu, biasanya kita akan mudah bosan dan berhenti di tengah jalan. Berikut ini, ada 4 tipe orang mengelolah uang. Simak ya…

  1. Saya hidup untuk hari ini saja. Uang atau gajian buat makan enak-enak, fitness dan liburan, juga barang-barang keren. Sayangnya, akhir bulan dompet jadi nggak keren. HABISS!
  2. Saya hidup berhemat lho. Saya tidak beli banyak barang, tapi harus membantu orang tua menyekolahkan adik-adik.
  3. Hemat bikin kaya. Saya selalu menyisihkan uang setiap bulan . Saya gemar menabung!
  4. Aku anak orang kaya. Semua kebutuhanku dipenuhi orangtuaku. Nggak perlu investasi deh. Nanti juga ortuku mewariskan usaha dan kekayaannya padaku.

Nah kita orang tipe yang ke berapa ya? Dalam pengelolahan uang, tetap saja kita butuh berinvestasi.

Mungkin ada pertanyaan-pertanyaan apa sih pentingnya berinvestasi?

Kita harus tahu dulu mengapa kita berinvestasi supaya kita punya alasan yang kuat untuk berinvestasi. Ada yang mengatakan karena adanya inflasi.

Inflasi maksudnya kenaikan harga barang dari tahun ke tahun. Harga motor sudah naik 640% dari cuman Rp2,5 juta di tahun 91 jadi Rp15-17 juta tahun 2016. Itu cuma contoh sederhananya sih. Tapi bagaimana dengan uang sekolah? Nah semakin mahal juga kan?

motor

Sementara itu kalau kita masukkin uang kita di saham, uang kita bisa berkembang as our passive income di sana asal kita disiplin. Misal kita selalu sisihkan perbulan atau pertahun untuk dimasukkin di saham Unilever. Lama-lama pasti akan menjadi peternakan uang.

Kalau ada yang mengikuti saham Unilever (UNVR), penjelasannya adalah sebagai berikut:

Di tahun 2003 yang harga saham UNVR cuman Rp 3.350/lembar. Sekarang perlembarnya  Rp.45.962 ato sudah 1.372% dari tahun 2016. Demikian contoh ini bisa membuktikan bahwa jika kita tidak bergerak berinvestasi, uang kita juga akan mati termakan inflasi.

unilever

Adapun alasan yang lainnya, yakni ada yang ingin sekedar mencari tambahan penghasilan, Ada yang karena ingin menyiapkan dana pension di hari tua dan juga dana pendidikan. Atau yang lebih serius, yaitu melipatgandakan asset.

Untuk investasi pelipatgandaan ini biasanya dikarenakan keinginan investor untuk mencapai kebebasan finansial yakni memenuhi kebutuhan hidup. Tapi, kita tentu butuh strategi dan kedisiplinan ekstra untuk hal tersebut.

 

saham

Nah, dari beberapa alasan yang sudah disebutkan di atas ini, manakah yang benar-benar dijadikan alasan kuat untuk anda berinvestasi? Ingatlah bahwa alasan Anda berinvestasi menentukan cara Anda berinvestasi.

 

[tx_calltoact button_text=”Gimana Caranya?” url=”http://www.micpublishing.co.id/product/analisis-fundamental/”]Belajar Teknik Analisis Fundamental untuk Saham Yuk![/tx_calltoact]

 

“Wealth is a person’s ability to survive so many number of days forward—or if I stop working today, how long could I survive?”

-Ellen May-

~ Artikel ini sudah dibaca 37 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!