fbpx
March 25, 2015

[Kisah Sukses] Sir Bobby Charlton

Untuk menjadi superstar di dalam pekerjaan, kita harus melakukan lebih dari apa yang seharusnya. Seperti apa yang dilakukan oleh Bobby Charlton di salah satu tim sepak bola di Inggris. Pada 1957, usianya belum genap 21 tahun, namun semangatnya untuk masuk tim utama sangatlah tinggi. Dalam berbagai pertandingan, ia tidak pernah satu kali pun dimainkan oleh Matt Busby, pelatih di tim itu. Matt tahu, Bobby memiliki keinginan yang kuat untuk masuk ke tim utama. Ia selalu datang lebih awal pada saat latihan, bahkan sebelum pelatih dan jajarannya belum datang, ia sudah berada di lapangan dengan bola yang selalu dimainkannya. Begitu juga saat selesai latihan, Bobby selalu pulang paling akhir, menjadi orang terakhir yang meninggalkan lapangan tempat mereka berlatih. Namun saat pertandingan yang sesungguhnya, ia hanya duduk di pinggir lapangan sebagai pemain cadangan dan ia pun tidak pernah dimainkan sama sekali oleh Matt Busby.

bobbycharlton

Malam itu, setelah jam latihan selesai, Bobby Charlton dengan keluguannya memberanikan diri untuk masuk ke ruangan pelatih, Matt Busby duduk di balik meja besarnya yang tak rapi.

“Hei Charlton, kenapa wajahmu tak bersemangat?” sapa Matt pada Bobby saat membuka pintu. Pelatih itu pun berdiri dan menghampiri Bobby. Matt adalah pelatih yang sangat mengenal satu per satu individu di dalam timnya secara personal. “Kau tidak tampak seperti biasanya, bagaimana kondisi fisikmu, apa kamu sakit?” tanya Matt serius.

“Tidak bos, kondisi fisik saya sangat bagus, sama seperti hari-hari sebelumnya,” jelas Bobby.

“Pasti ada sesuatu yang sangat penting sehingga kamu menemui saya tanpa saya undang.”

“Saya sudah berlatih keras, datang paling awal dan pulang latihan paling akhir, tapi kenapa saya tidak pernah dilibatkan di dalam pertandingan?”

Matt merangkul pundak Bobby, mengarahkannya menuju tengah lapangan yang sudah gelap. “Lihat di sana Charlton” Matt menunjuk semua sisi dari stadion dan mencoba untuk menjelaskan pada Bobby. “Kota ini adalah kota kecil, kota industri, kotanya para buruh. Hanya di lapangan inilah hiburan mereka satu-satunya di akhir pekan. saya adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk memberikan hiburan terbaik pada mereka di akhir pekan, salah satunya adalah dengan memberikan kemenangan pada tim yang mereka idolakan yaitu tim kita. Nanti kalau sudah waktunya, kamu pasti mempunyai kesempatan untuk menghibur mereka.”

Bobby terdiam dan Matt pun meninggalkan Bobby sendirian di lapangan yang gelap.

Sejak pertemuan itu, Bobby semakin yakin dengan apa yang ia lakukan selama ini. Ia tetap datang paling awal saat latihan, berlatih penuh semangat, dan pulang paling akhir dari semua orang yang terlibat di latihan tersebut.

Seperti biasanya, usai latihan terakhir sebelum pertandingan akhir pekan, Matt mengumumkan nama-nama yang akan terlibat dalam pertandingan besok. Nama terakhir yang disebut Matt adalah Charlton, semua pemain bersorak gembira merayakan keberhasilan Bobby Charlton terlibat di dalam pertandingan yang sesunggguhnya.

Menunggu penampilan perdananya, Bobby Charlton tidak bisa tidur semalaman. Tengah malam ia mondar-mandir di kompleks stadion yang bernama Old Trafford. Ia tidak sabar ingin memberikan hiburan terbaik bagi para buruh di kota industri (Manchester). Nampaknya ia selalu mengingat apa yang dikatakan oleh Matt Busby pelatihnya.

Penampilan pertama yang mengagumkan. Bobby menjadi idola baru bagi para buruh kota Manchester. Ia pun tetap konsisten dengan apa yang ia lakukan sebelumnya, datang lebih awal saat latihan, berlatih penuh ambisi, dan pulang latihan paling akhir. Bobby Carlton tumbuh menjadi idola, berbagai trofi untuk tim dan dirinya sendiri berhasil diraih, bahkan untuk negaranya yaitu Inggris. Saat ini Bobby Charlton mendapat gelar Sir (gelar kehormatan bagi masyarakat Inggris).

Sir Bobby Charlton menjadi legenda hidup bagi tim saat ini, juga legenda hidup bagi negaranya, Inggris. Namanya pun diabadikan menjadi salah satu nama jalan di kompleks Carrington, Manchester.

~ Artikel ini sudah dibaca 87 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!