fbpx
April 16, 2018

Langkah Menjadi Seorang Pendengar dengan Hati

Smart Leaders, seorang pendengar yang mendengarkan dengan hati, ia bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Jika Anda sudah bisa menjadi pendengar yang baik, Anda sudah satu langkah lebih maju dalam pertandingannya. Anda harus mendengarkan “hal-hal tersirat” untuk menemukan petunjuk yang akan mengatakan pada Anda seperti apa perasaan orang lain.

Anda bisa mempelajari keahlian mendengarkan dengan hati. John C. Maxwell menuliskan hal-hal yang yang bisa Anda lakukan untuk mengubah diri Anda menjadi seseorang yang mendengarkan dengan hati:

  1. Berfokuslah pada orangnya

Menyimak dengan efektif membutuhkan lebih dari sekadar mendengarkan kata-kata yang diucapkan. Anda harus menemukanarti dan memahami apa yang diucapkan. Anda harus menemukan arti dan memahami apa yang diucapkan. Banyak orang berfokus pada ide yang dikomunikasikan dan mereka sepertinya selalu melupakan orang yang mengucakannya. Anda tidak bisa melakukan itu, namun tetap mendengarkan hati Anda. berfokuslah pada orangnya, bukan hanya pada pemikiran yang disampaikan.

  1. Jangan tutupi telinga Anda

Ada beberapa hambatan yang menghalangi Anda menyimak dengan efektif. Gangguan, pola pikir tertutup, asumsi, kesombongan, dan lain-lain akan membuat Anda gagal menjadi pendengar yang baik.

Anda harus berusaha menyingkirkan semua hambatan menuju komunikasi yang baik ini. Setiap kali memungkinkan, kelilingi diri Anda dengan lingkungan yang baik untuk menyimak—jauh dari keributan dan gangguan. Masuklah dalam keadaan mental yang baik untuk mendengarkan—jangan berusaha membela diri dan singkirkan semua dugaan awal Anda sehingga Anda terbuka untuk berkomunikasi.

  1. Dengarkan dengan agresif

Ada perbedaan antara mendengarkan dengan pasif dan mendengarkan dengan agresif. Untuk mendengarkan dengan hati, Anda harus mendengarkan dengan aktif. Saat Anda memutuskan untuk menjadi orang yang mendengarkan dengan penuh perhatian, maka Anda akan membuat perbedaan besar dalam diri Anda.

  1. Simaklah dengan tujuan untuk memahami

Penyebab mendasar untuk hampir semua masalah komunikasi adalah orang-orang tidak berusaha menyimak untuk memahami, mereka menyimak untuk menjawab. Kesalahan terbesar yang bisa Anda buat saat berusaha berbicara dengan meyakinkan adalah memprioritaskan untuk mengekspresikan ide dan perasaan Anda. Hal yang benar-benar diinginkan oleh kebanyakan orang adalah didengarkan, dihormati, dan dipahami. Jika Anda ingin memenuhi kebutuhan orang lain dan membuat mereka merasa bahwa mereka ada dalam kondisi prima, Anda harus menyimak.

Smart Leaders, salah satu ironi dari menjadi pendengar yang baik adalah: mendengarkan orang lain dan membuat mereka merasa dipahami juga memiliki keuntungan tambahan. Saat orang melihat bahwa mereka dipahami, mereka menjadi lebih termotivasi untuk memahami sudut pandang Anda. Mendengarkan dengan hati menghasilkan keadaan menang-menang dalam sebuah hubungan.

Temukan cara memenangkan hati orang lain dengan membaca buku pengembangan diri berjudul 25 Ways to Win With People dari John C. Maxwell.

~ Artikel ini sudah dibaca 11 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!