fbpx
March 18, 2016

Masa Muda, Berbisnis yuk!!

Kata orang, masa muda adalah masa paling indah karena dapat mencurahkan segala hasrat, bakat dan minat. Bersyukurlah Anda yang saat ini masih merasakan usia muda, Kenapa? Karena di masa ini, banyak orang yang memanfaatkannya sebagai waktu paling tepat untuk mensukseskan diri. Tapi kenyataannya tak sedikit pula yang justru menyia-nyiakannya hanya demi foya-foya semata. Semakin bertambahnya kemajuan teknologi dan pendidikan, sangat menguntungkan bagi seluruh anak muda di Indonesia terutama, hal ini sangat menjanjikan karena dengan adanya kemajuan ini, keinginan dan peluang untuk menjadi seorang pengusaha muda berpotensi besar. Ada yang sukses di dunia pendidikan, ada yang sukses di dunia usaha dan ada juga yang sukses pada keduanya.

Muda, bukanlah masa untuk bersuka cita, melainkan sebuah masa di mana kamu harus berjuang mati-matian demi berbahagia di usia senja. -Author

Karena nasib orang tak ada yang tahu, Anda sebagai anak muda harus berani memanfaatkan peluang dan berani membuat trobosan baru. di sini MIC Publishing  akan memberikan sedikit motivasi buat Anda  yang ingin mencoba peruntungan di usaha kuliner yang minim modal namun tetap menjanjikan. Ada kisah dari Riza Rizki Adhiyaksa yang mencoba peruntungannya melalui usaha camilan tradisional (makanan ringan). Siap-siap jadi orang sukses, ya! Simak bareng yuk sampai habis.

 

Menjajakan cemilan ke kampus, kantor atau kost-kostan juga nggak boleh luput dari niat usaha kulinermu! Kalau telaten, yakin deh kalau kesuksesanmu bakalan laten. – Riza Rizki Adhiyaksa

 

Renyahnya usaha makanan ringan memanglah tidak dapat dilihat sebelah mata. Kesempatan inilah yang lalu dilirik oleh Riza Rizki Adhiyaksa untuk menghadirkan untung besar dengan tekuni usaha makanan ringan tradisional. Bermodalkan duit sebesar Rp 300.000,00, saat ini ini Riza dapat memperoleh omzet penjualan sampai beberapa ratus juta rupiah dalam satu tahun.

Berawal dari usaha sampingannya yang dahulu turut berhimpun jadi reseller satu di antara keripik terkenal di Bandung, Riza mulai terdorong untuk menghasilkan sendiri keripik nachos serta makanan ringan tradisional yang lain dengan memberikan sensasi pedas yang dihasilkan dari campuran sambal khas sunda.

Dengan sistem produksi yang terbilang simpel, usaha makanan ringan yang Ia rintis awalannya cuma menghasilkan nachos atau pangsit yang dititipkan di warung-warung sekitar tempat tinggalnya dan ditawarkan ke sebagian rekan kerja kakak serta adiknya.

Nyatanya seluruhnya berikan tanggapan yang cukup positif, mereka berkomentar keripik itu enak serta unik terasa. Juga seluruh tetangga menghendaki Riza untuk bikin semakin banyak lagi, lantaran mereka ketagihan dengan citarasa makanan makanan ringan yang Ia produksi. Lihat banyak yang sukai dengan camilannya, ke empat saudara kandungnya setuju berikan support supaya Riza dapat menambah kemampuan produksinya.

Memulai usahanya dengan cara resmi pada th 2011 silam, lelaki kelahiran Bandung 4 November 1982 ini mengusung Nanutz untuk nama usahanya. Ungkap Nanutz sendiri Ia dapatkan lantaran saat pertama kali menggoreng nachos, Ia mendengar lagu Smash yang berjudul Cinta Cenat Cenut di radio punya tetangganya. Dari sinilah pada akhirnya Riza mengambil keputusan untuk memakai brand Nachos Cenat Cenut serta disingkat jadi Nanutz.

Varian Product Nanutz

Omset-Selangit-dari-Usaha-Camilan-Nanutz

Produk Nanutz Mania sendiri cukup bermacam, dimulai dari mie nyere untuk product andalan, pangsit goreng atau nachos, keripik sosis, keripik kulit ayam, keripik bayem yang dinamakan Mariyu Bayem serta belasan product makanan ringan tradisional yang lain yang dikemas dengan packaging moderen.

Untuk product andalan, mie nyere itu sendiri mempunyai 18 varian rasa. Dengan mengangkat aneka jenis makanan ringan tradisional khas Sunda, penampilan Nanutz dibuat moderen dengan beragam varian rasa sampai wujud serta packaging yang terbilang unik.

Sesudah lebih kurang satu tahun menekuni usaha makanan ringan itu, saat ini ini Riza mengakui sudah mempunyai 16 karyawan serta mitra usaha yang menyebar di beragam kota besar di Pulau Jawa serta luar Jawa. Tiap-tiap bulannya Riza dapat menghasilkan lebih kurang 12. 000 bungkus per item product dengan omset usaha meraih beberapa ratus juta rupiah per bln. Juga ia sempat memperoleh omzet paling tinggi dalam satu bulan sampai meraih angka Rp 750 juta.

Kesuksesan Riza dalam meningkatkan usaha makanan ringan tradisional beromzet global ini pastinya tidak cuma bikin kaget serta suka dirinya pribadi, tetapi juga berikan keuntungan besar untuk seluruh mitra kerjanya di beragam penjuru nusantara.

Semoga cerita sukses ini dapat berikan khasiat untuk beberapa pembaca serta jadi satu diantara ide usaha yang dapat digerakkan beberapa pemula. Maju selalu UKM Indonesia.

Nah Smart Leaders, bagaimana dengan Anda kaum muda Indonesia? masih mau stagnan dengan diri kalian yang sekarang ini, atau mau melangkah maju, berani seperti cerita di atas? Bangkit yuk bersama Refire dont Retire, Buku karya Ken Blanchard satu ini akan membawa Anda untuk bangkit dan melangkah bersama dalam proses emotional, intelektual,spiritual, dan fisik. Maju terus Smart Leaders dan Salam Sukses.

(Sumber: bisnisukm.com)

 

~ Artikel ini sudah dibaca 53 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!