fbpx
June 25, 2013

Meriah! MIC Publishing Ramaikan FESBUK Gramedia Royal Plaza

Setelah sukses menutup acara FESBUK (Festival Buku Murah) Sun East Mall, Genteng, Banyuwangi, pada pertengahan April lalu, kali ini, Tim MIC Publishing kembali meramaikan rangkaian acara serupa di Royal Plaza, Surabaya.

DSC_0157

Riuh tawa dan dentuman musik ceria berbaur dengan ribuan eksemplar buku dan puluhan pengunjung Royal Plaza. Di sekitaran panggung, anak-anak tampak riang mengikuti tarian Angry Bird dan Rabbito, boneka kelinci besar berwarna merah muda yang lincah. Sesekali terdengar seruan yang mengumumkan bahwa drama singkat dari Tim MIC Publishing akan segera dimulai. 

Tak lebih dari lima belas menit dari seruan itu, pengunjung yang berlalu-lalang pun merapat ke Atrium Center Point Royal Plaza, tempat FESBUK (Festival Buku Murah, Gramedia) digelar. Area festival obral menawarkan buku mulai dari harga Rp 5.000 itu semakin penuh. Tawa yang semula riuh, perlahan semakin pelan setelah lagu pembuka drama diputar. Pengunjung, khususnya anak-anak, sejenak terdiam saat cerita drama singkat yang telah dimulai.

Drama yang digagas tim kreatif MIC Publishing, Rinasari, berkisah tentang seorang Puteri yang berencana untuk membeli buku cerita impiannya bersama kedua orang tuanya, Raja dan Ratu. Namun, rencana sang Puteri ditunda karena kedua orang tua harus menghadiri undangan dari kerajaan lain. Puteri pun sedih dan merenung seorang diri di taman kerajaan. Tak lama, sahabatnya, Rabbito datang menghibur dan menawarkan diri untuk menemani Puteri membeli buku impiannya.

DSC_0201

Perjalanan membeli buku ini menjadi sentral alur cerita Tim MIC Publishing untuk lebih dekat para pengunjung di depan panggung. Diiringi lagu ceria berjudul Sha-La-La dari Vengaboyz, Puteri dan Rabbito berjalan-jalan turun dari panggung dan menyusuri setiap rak buku FESBUK sembari membagikan permen kepada setiap pengunjung. Tak jarang, pengunjung pun meminta keduanya untuk foto bersama. Setelah berhasil menemukan buku yang diinginkan di salah satu rak, Puteri dan Rabbito pun kembali menuju panggung.

Puteri kembali ke taman untuk membaca buku yang baru dibelinya, sedangkan Rabbito pamit pulang untuk makan siang. Tanpa diduga, Angry Bird, burung kecil yang nakal, merebut buku yang akan dibaca Puteri. Puteri pun marah dan berusaha merebut bukunya dari tangan Angry Bird. Dengan susah payah, Puteri terus meraih bukunya, tetapi selalu gagal. Puteri pun berteriak minta tolong.

Teriakan Puteri yang keras terdengar oleh Rabbito yang sedang dalam perjalanan pulang. Kelinci besar itu pun bergegas kembali ke taman untuk melihat sahabatnya. Ternyata, sahabat kecilnya itu tengah diganggu Angry Bird, bahkan didorong hingga jatuh. Rabbito pun marah dan segera membantu Puteri mendapatkan bukunya kembali.

Usaha Rabbito merebut buku dari Angry Bird ini jauh dari kata mengerikan. Aksi keduanya justru membuat pengunjung tertawa terpingkal-pingkal. Mulai dari gaya kuda-kuda yang kocak, hingga aksi dorong – yang membuat kepala boneka ini berputar bahkan sempat terlepas – berhasil membuat tawa pengunjung pecah.

Akhir cerita, buku Puteri berhasil diambil oleh Rabbito, sedangkan Angry Bird menyerah dan memohon ampun kepada keduanya karena telah berbuat nakal. Rabbito dan Puteri memaafkan Angry Bird. Mereka bertiga pun berpelukan dan memulai persahabatan dengan menari bersama. Puteri, Rabbito, Angry Bird menarikan tarian Numa-Numa ditemani dengan Tim MIC Publishing lainnya.

Kisah singkat ini sederhana, tetapi mampu memanen sorak pengunjung seusai drama. Lebih dari itu, permintaan untuk foto bersama pun tak henti. Tidak hanya pengunjung, pihak Gramedia pun senang dan ikut foto bersama.

DSC_0210

FESBUK masih digelar di mal-mal besar Surabaya hingga 30 Juni mendatang. Tim MIC Publishing pun masih memiliki jadwal show di tanggal 29 Juni, di FESBUK Ciputra World. Jadi, jangan lupa untuk datang, ya!

~ Artikel ini sudah dibaca 11 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!