fbpx
October 29, 2017

Mitos Tentang Pengusaha Sukses dan Kebenarannya.

Smart Leaders, Anda tentu tahu lumba-lumba. Berabad-abad yang lalu, kita percaya lumba-lumba merupakan penolong bagi orang-orang tenggelam, memberikan peringatan cuaca buruk bagi para pelaut. Kenyataannya, hal itu hanya mitos belaka. Kenyataannya, lumba-lumba hanya senang bermain, dan salah satu permainannya adalah mendorong benda-benda.

Kita menyebut itu sindrom flipper, kecenderungan mengamati tingkah laku atau karakteristik dengan benar, tetapi menarik kesimpulan yang salah tentang penyebab atau makna di dalamnya padahal sebenarnya tidak ada. Sindrom Flipper ini juga memengaruhi dunia bisnis, khususnya tentang mitos terkait para pendiri perusahaan sukses.

Mitos-mitos tentang pengusaha sukses ini tidak hanya membuat salah paham, tapi juga mengarahkan orang lain pada kegagalan dan kehilangan investasi. Dikutip dari fastcompany.com, ada tiga mitos tentang pengusaha sukses yang salah kaprah dan bisa membuat orang lain tersesat.

Mereka Berani Mengambil Risiko Besar.

Para pengusaha mengambil risiko, itu kenyataannya. Namun, hanya sedikit pengusaha yang mengambil risiko tidak perlu. Seiring waktu, kenyataan mengembangkan modal telah bergeser dari risiko terukur dan hati-hati menjadi risiko yang sangat banyak secara keseluruhan.

Kenyataannya, pengusaha sukses tidak hanya berani mengambil risiko, tapi lebih mendasar dari itu. Pengusaha bukan hanya sekadar menantang risiko, tapi memiliki kemampuan menghitung dan mengurangi risiko. Kemampuan ini butuh praktik tanpa henti.

Pengusaha sukses pada umumnya tidak melihat diri mereka sebagai pengambil risiko. Mereka menganggap diri mereka sebagai seseorang yang strategis, selalu mencari-cari strategi dan jalan menuju kesuksesan dalam pikirannya.

Mereka Bekerja Sendiri

Sangat mudah percaya bahwa satu orang bisa membayangkan, menciptakan dan mempertahankan kesuksesan, dari awal hingga akhir. Kenyataannya lebih kompleks, dan kolaboratif.

Tidak diragukan pengusaha sukses mengetahui cara berpikir independen dan bisa bertindak di luar status quo. Tapi, bersedia bertindak sendiri di awal tidak sama dengan terus-menerus berdiri sendiri sepanjang waktu.

Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank dan penggagas pinjaman mikro berkata, “Komunitas membantu mendorong, membolehkan, dan memberikan nilai terhadap hal yang dimulai pengusaha. Jika tidak ada yang menyadari atau bergabung, maka kesuksesan tidak akan pernah terjadi.” Banyak orang melihat pengusaha membuat keputusan besar sendirian saat ini dan menganggap itu adalah kualitas penting kesuksesan mereka.

Yang dilihat orang-orang terjadi setelah bisnis mereka berjalan baik. Cerita sebenarnya tidak dikisahkan, bagaimana orang-orang di sekitarnya menjadi tokoh penting dalam kesuksesan mereka.

Mereka Memiliki Kepribadian Kuat

Kita cenderung melihat pengusaha sukses memiliki kepribadian yang kuat. Banyak pengusaha sukses digambarkan keras, blak-blakan, dan terkadang tak suka basa-basi.

Namun, kepribadian itu tidak menggambarkan pengusaha sepertiMark Zuckerberg, Larry Page atau pengusaha sukses lain yang terkenal pendiam dan introvert. Lebih buruk lagi, kebanyakan stereotip tentang pengusaha sukses ini membuat pengusaha dengan kepribadian berbeda tidak dianggap serius, diberikan pendanaan atau mendapatkan tim yang diinginkan.

Padahal, pembangun timlah yang efektif bekerja menyelesaikan capaian. Dipadu dengan kepemimpinan yang baik, mereka memikat banyak audiensi—pelanggan, investor, anggota tim, dan lain-lain. Kepribadian yang kuat saja kadang memiliki peran penting dalam kesuksesan, tapi tidak bisa mengendalikan perusahaan saat mulai berjalan.

Mitos pengusaha sukses ini banyak menyurutkan niat para calon pengusaha yang merasa dirinya tidak memiliki ketiga hal tersebut. Smart Leaders, jangan takut jika ingin menjadi pengusaha sukses. Bekali diri Anda dengan kemampuan yang diperlukan dan perkuat sisi kepemimpinan Anda.

Teruslah bertumbuh, salah satunya adalah dengan banyak membaca buku kepemimpinan dan buku bisnis.

~ Artikel ini sudah dibaca 16 kali

Share yuk!

One thought on “Mitos Tentang Pengusaha Sukses dan Kebenarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!