fbpx
June 21, 2017

#OOTD: Pendapat Para Tokoh Lintas Batas Waktu dan Lintas Dunia Tentang Pentingnya Membaca Buku

The man who does not good books has no advantage over the man who cannot read them. – Mark Twain.

Smart Leaders, menurut Anda bagaimana adakah manfaat membaca? Apa perlu adanya upaya khusus untuk membudayakannya? Bagi kebanyakan orang ini hanya pertanyaan filosofis, yang antara memang harus dijawab atau tidak sama sekali.

Adakah manfaat membaca? Kata-kata bijak dari Mark Twain diatas sudah menjelaskan banyak mengenai manfaat membaca. Dengan membaca buku bermutu, seseorang memiliki keunggulan komparatif dibanding orang yang tidak membaca. Selain dengan membaca, orang lebih terbuka cakrawa pemikirannya. Dengan melalui bacaan, seseorang berkesempatan melakukan refleksi dan meditasi, sehingga budaya baca lebih terarah kepada budaya intelektual dari pada budaya hiburan yang dangkal. Karena itu, para pakar menyimpulkan untuk membangun masyarakat yang beradab dan maju, maka budaya baca perlu ditumbuhkan.

Hal yang paling mendasar dari semua itu, mengapa budaya baca terus menerus dikumandangkan baik oleh pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarakat, pendidik, agamawan, hingga orang yang peduli pada kemajuan peradaban? Sebenarnya jawabannya hanya satu, untuk memajukan bangsa dan negara.

via instagram.com/eugeniepatricia
via instagram.com/eugeniepatricia

Dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, membaca menjadi keterampilan membaca secara kritis dan menjadi modal dasar untuk menganalisis, mengevaluasi, dan memahami bahan bacaan. dengan membaca, pemikiran terbuka untuk melihat antarhubungan ide-ide dan menggunakannya sebagai salah satu tujuan dari membaca.

Berikut ini ada beberapa pengalaman tokoh lintas bangsa dan lintas waktu. Mereka memberikan tekanan, betapa membaca menjadi keharusan untuk membangun tidak saja habitus yang lebih beradab, tapi juga keunggulan bersaing diberbagai bidang. Simak yuk!

 

#Menurut Alvin toffler

“The illiterate of the future will not be the person who cannot read. It will be a person who does not know how to learn.” Artinya di masa yang akan datang, orang yang buta huruf bukan semata-mata orang yang tidak dapat membaca. yang paling celaka, dia akan menjadi orang yang tidak tahu bagaimana caranya belajar.

Dari pendapat diatas, menyatakan bahwa betapa pentingnya membaca, meskipun orang buta sangat perlu yang dinamakannya membaca, meski kedua mata tak digunakan namun indera mereka ada untuk digunakan dalam mencerna, apabila dari sekian ratus penduduk indonesia yang mengalami kecacatan dari kedua mata namun tidak diajarkan untuk membaca maka akan sesuai dengan pernyataan yang dikemukan diatas.

#Menurut Cicero

A Room without books is like a body without a soul. “sebuah ruangan tanpa buku/jika seseorang tidak membaca bagai badan tanpa jiwa”.

Menurut pendapat diatas, apabila seseorang tidak membaca maka akan terasa hambar dalam ilmu pengetahuan yang diinginkan.

#Menurut David Shenk

Books are the opposite of televesion: They are slow, engaging, inspiring, intellect-rousing, and creativity-spurring. “buku/membaca adalah kebaikan dari televisi/menonton. Buku memang lambat, namun menarik dihati, menginspirasi, mengasah otak, dan menumbuhkan kreatifitas”.

#Menurut Harvey Mackay, penulis buku swim with the sharks without Getting Eaten Alive!

“Our lives change in two ways: through the people we meet and the books we read. “Hidup kita diubah hanya dua hal: lewat orang yang kita jumpai dan buku yang kita baca”.

#Menurut Harry Truman

Not every is a leader, but a leader must be a leader. “tidak setiap kutu buku adalah pemimpin, namun setiap pemimpin pasti kutu buku”.

#Menurut Ralph Waldo Emerson

Books are for nothing but to isnpire. “manfaat buku tiada lain, kecuali memberikan isnpirasi”.

#Menurut G.K. Chesterton

There is a great deal of difference between the eager man who wants to read a book and the tired man who wants a books to read. “Ada perbedaan besar antara orang dewasa yang ingin membaca dan seorang pensiunan yang menginginkan sebuah buku untuk dibaca”.

#Menurut francis Bacon

Some books are to be tasted…Others to be swallowed..and more few to be chewed and digested. ” beberapa buku dikecap…beberapa buku diteguk..dan hanya sedikit yang dikunyah-kunyah dan dicerna.

 

Dari beberapa tokoh lintas batas waktu dan lintas dunia telah mengemukakan berbagai macam pendapat tentang betapa pentingnya membaca. Hal ini tinggal apakah yang akan terjadi pada diri, apakah menjadi seperti mereka atau  terlena akan trend trend yang semakin berubah-ubah. Tanpa kita ketahui betapa berharganya waktu yang terbuang apabila kita manfaatkan untuk membaca agar wawasan lebih luas dan mengetahui semua tentang teori-teori yang belum tentu didapat dibangku sekolah dasar maupun sampai ke perguruan tinggi.

Jadi Smart Leaders, mulai dari sekarang secara perlahan-lahan untuk membaca buku yuk…

(Sumber: Google.com)

~ Artikel ini sudah dibaca 30 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!