fbpx
November 23, 2017

Pemimpin Pragmatis Menghindari 5 Jebakan Ego Ini

 

Smart Leaders, semua pemimpin harus memiliki ego yang sehat. Mereka harus memiliki sedikit kebanggan, keyakinan, dan kepercayaan diri. Pemimpin pragmatis berhati-hati tidak membiarkan ego menghalangi mereka mencapai tujuan dan melaksanakan agenda mereka.

Ketika seorang pemimpin lebih memerhatikan kepuasan ego mereka daripada pelaksanaan hal yang harus dikerjakan, maka mereka pasti terjebak dalam satu atau lebih jebakan ego. Pemimpin yang dibutakan jebakan ego lebih memerhatikan proyeksi dirinya daripada tujuan mereka.

Seperti yang dituliskan dalam INC-Asean.com, ada lima jebakan ego yang tidak hanya membuat pemimpin tersandung, tapi bisa memperlambat bahkan menghentikan agenda perubahan mereka.

  1. Khayalan: Ego membunuh objektivitas

Ketika seorang pemimpin mencoba mengungkapkan objektif sebuah situasi, mereka mudah terjebak dalam ilusi. Jika mereka terus memikirkan perspektif orang lain, dan mengabaikan kebutuhan serta keinginan orang lain, mereka akan tidak mengerti kenyataan situasinya.

Pemimpin pragmatis menghargai objektivitas, dan berusaha mengerti situasi, konteks, dan posisi orang lain. Pemahaman yang dangkal akan mengarah pada pengambilan keputusan yang buruk.

  1. Kesombongan: Ego membingungkan taktik

Ketika seorang pemimpin memiliki kesombongan yang lebih daripada kepercayaan diri, mereka cenderung membual, membuat janji palsu, dan melebihkan kebutuhan serta keinginan pribadi. Pemimpin yang sombong jarang membentuk aliansi yang bertahan lama. Mereka mungkin bisa memberikan dukungan jangka pendek, tapi ketika topengnya terbuka, pendukung mereka tidak akan mempertahankan hubungan lagi.

  1. Menang demi kemenangan: Ego menjadikan akhir berantakan

Kemenangan bukanlah hitungan satu dan nol. Pemimpin yang terobsesi dengan kemenangan, daripada menciptakan skenario “win-win”, kemungkinan mengejar kemenangan kecil tapi kalah secara keseluruhan. Pemimpin pragmatis tahu bahwa saat mereka memberi, mengalami kekalahan terukur, itu adalah taktik mendapatkan dukungan orang lain.

  1. Kebencian: Ego menyebabkan konflik tanpa akhir

Pemimpin yang mendahulukan ego bisa memperlakukan orang lain dengan keliru. Ketika orang lain membenci pemimpinnya, mereka tidak hanya menghentikan agenda pemimpin, tapi juga membuka kemungkinan konflik tanpa akhir. Pemimpin pragmatis bertanya hal yang bisa mereka lakukan untuk mengendalikan situasi dan mencari kesamaan sehingga semua bisa bergerak bersama.

  1. Narsisme: Ego menciptakan kerentanan

Pemimpin ber-ego tinggi rentan terhadap pujian palsu dan penjilat. Orang lain cepat menyadari kelemahannya, dan bersedia memberikan makan kelemahannya. Orang narsis berisiko dimanipulasi. Pemimpin pragmatis sadar diri dan secara sadar menjaga diri dari godaan egonya.

Pemimpin pragmatis secara mendasar memerhatikan satu hal, eksekusi dan menyelesaikannya. Hal ini menundukkan ego mereka, membuat mereka fokus pada tujuan daripada membesarkan ego.

Pelajari tipe kepribadian Anda dalam buku Your Personality Tree

~ Artikel ini sudah dibaca 33 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!