fbpx
July 1, 2015

Pencitraan atau Integritas?

Pencitraan adalah apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Integritas adalah siapa kita sebenarnya.

Dua orang wanita tua sedang berjalan di sekitar halaman gereja di pedesaan inggris yang entah kenapa begitu ramai dan tiba di depan sebuah batu nisan. Tulisan yang tertera di sana berbunyi: “Di sini terbaring John Smith, seorang politikus dan seorang pria jujur.”

“Astaga!” ujar seorang wanita pada wanita lainnya. “Bukankah sangat mengerikan meletakkan dua orang di dalam makam yang sama?”

Kita semua mengenal beberapa orang yang penampilan luarnya berbeda dengan jati diri mereka. Sangat disayangkan, orang-orang yang lebih berupaya membangun pencitraan, alih-alih integritas, tidak tahu kapan mereka tiba-tiba “jatuh”. Bahkan, teman-teman yang mengira mengenal mereka dengan baik pun terkejut.

Dalam sejarah cina kuno, rakyat membangun Tembok Besar karena ingin melindungi dari ekspansi pasukan barbar ke utara. Tembok itu begitu tinggi sampai mereka yakin tidak seorang pun yang bisa memanjatnya; dan begitu tebal sampai tidak ada yang bisa menghancurkannya. Mereka hidup tenang dan menikmati rasa aman itu, Cina diserang tiga kali. Tidak sekali pun pasukan barbar itu masuk dengan menghancurkan tembok atau memanjatnya. Di setiap penyerangan, mereka menyuap seorang penjaga gerbang lalu beriringan memasuki gerbang. Rakyat Cina terlalu sibuk mengandalkan dinding batu sampai-sampai lupa mengajarkan integritas pada anak cucu mereka.

Nah, bagaimana dengan diri Anda? jawaban Anda untuk beberapa pertanyaan berikut akan menentukan apakah Anda termasuk tipe pembangun-pencitraan atau pembangun-integritas.

Konsistensi: Apakah Anda orang yang sama, siapa pun yang bersama Anda?

Pilihan: Apakah Anda membuat pilihan terbaik bagi orang lain ketika pilihan lainnya menguntungkan Anda?

Pujian: Apakah Anda cepat menyadari usaha dan kontribusi orang lain dalam kesuksesan Anda?

 

Temukan inspirasi lainnya untuk mengembangkan potensi kepemimpinan Anda dalam buku Developing The Leader Within You karya John C. Maxwell

~ Artikel ini sudah dibaca 41 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!