fbpx
March 31, 2016

Pimpinlah Dengan Hatimu

George ingin tahu apa yang Joy maksudkan ketika ia berkata bahwa ia tidak memiliki hati. “Apa maksudmu mengatakan bahwa aku tidak memiliki hati?” tanya george ketika ia menunjuk pada dirinya sendiri, “itu ada di sini, tidak hilang.”

Ayolah, George. Aku tahu kamu memiliki hati, namun selama ini hatimu sangat dingin, negatif, dan mati rasa sehingga hatimu telah tertutup. Hatimu tidak akan bisa begitu saja terbuka dalam waktu satu malam. Semua hal yang telah kamu hadapi akhirakhir ini telah membuka hatimu., yang adalah hal yang baik. Sekali waktu aku mendengar pepatah mengatakan bahwa tuhan terus menghancurkan hatimu hingga hatimu itu terbuka. Bukanlah hal itu benar. Pikirkan mengenainya. Setiap perjuangan, dan setiap tantangan, setiap kesulitan membawamu semakin dekat pada hatimu, pada dirimu yang sesungguhnya, pada siapa dirimu sesungguhnya. Kadang kala kamu harus dihancurkan hingga pada titik dimana kamu merasa tidak berdaya sebelum kamu menemukan kekuatanmu yang sesungguhnya. Aku bisa melihanya dalam dirimu. Itulah alasan mengapa kamu ada dalam busku, karena sudah waktunya untuk berhubungan dengan dirimu yang sesungguhnya dan penuh kekuatan.”

George memikirkan mengenai ban mobilnya yang kempis, masalah dalam pernikahannya, krisi dalam pekerjaannya dan pertemuannya dengan jose dan jamie. Ia tahu bahwa Joy benar. Segala hal membuatnya berhenti menyalahkan orang lain dan mulai melihat pada dirinya sendiri. Ia tidak pernah memikirkan mengenai memiliki hati yang terbuka atau¬†tertutup sebelumnya. Ia senang bahwa ia tidak mengalami serangan jantung. “Sekaranglah waktumu untuk memimpin, George,” katanya, “bukan mengelola. Aku bicara mengenai memimpin dengan kepemimpinan yang positif dan jelas. Inilah yang diinginkan oleh timmu. Mereka ingin kamu memimpin dengan hatimu. Itulah bagian yang hilang yang kamu tanyakan. Hatimu adalah pusat kekuatanmu. itulah tempat dimana kepemimpinan yang positif dan jelas datang. Semakin terbuka, kuat, dan positif hal itu, semakin kuat pula dirimu.”

“Ia benar,” kata Marty dari belakang bus, “ini bukan ucapan motivasi blah blah blah. Ini adalah ilmu pengetahuan penting sekarang. Kenyataannya, aku menemukan sejumlah penelitan di publikasikan dalam sejumlah jurnal ilmiah yang dilakukan oleh Institute Of HeartMath, heartmath.org.” Marty mengangkat laptopnya dan menunjukkannya pada George. layar itu memunculkan tulisan seperti ini.

Jantung bertindak sebagai konduktor emosional dan memancarkan perasaanmu pada setiap sel dalam tubuhmu melalui bidang elektromagnetik dalam hatimu, bidang energi ini bisa di deteksi jaraknya sekitar lima hingga tiga meter jauhnya.¬†Bidang elektromaknetik jantung kita 5000 kali lebih kuat daripada otak kita.”

“Tiga meter jauhnya, 5000 kali lebih kuat daripada otak!” teriak Joy ketika memandang tepat pada George untuk memastikan bahwa ia memahaminilai penting dari penelitian ini,

“Itu artinya kita menyiarkan energi positif atau negatif kita setiap saat, sepanjang hari, melalui hati kita, dan orang mengambil dan menerima sinyal ini.”

“Itulah sara kita menemukan apakah seseorang itu tulus atau dibuat-buat,” kata Janice, sambil bergabung dalam pembicaraan itu, “kita bisa merasakan hati mereka dan tahu apakah mereka itu tulus atau hanya dibuat-buat.”

“Kamu bisa mengetahuinya,” kata Joy, “dan itulah alasan mengapa ada frase seperti ia bekerja sepenuh hati. Kita semua berjalan berkeliling menyiarkan perasaan kita dengan penuh energi dan baik itu adalah perasaan positif, negatif, tertarik, tenang, marah, atau gugup, semua orang merasakannya. seperti yang aku katakan padamu kemarin, George, semuanya itu adalah mengenai energi. Mereka membutuhkan mereka untuk menerima energi lebih positif dan kuat, lalu kamu harus menyiarkan kekuatan itu dengan cara membuka dan membebaskan kekuatan dari hatimu.”

“Namun aku tidak tahu cara untuk melakukannya,” kata George sambil melihat berkeliling dengan cemas pada Marty dan Joy. ia tahu bahwa ia hanya memiliki waktu dua hari sebelum peluncuran produknya.

“Bagaimana aku bisa memimpin dengan hati?” tanya George.

Nah Smart Leaders, itu tadi adalah sepenggal chapter dari buku The Energy Bus yang ditulis oleh International Bestselling Author, Jon Gordon. Ingin tau kelanjutan ceritanya? Bagaimana George menemukan cara untuk membuatnya bisa memimpin menggunakan hati? Baca selengkapnya hanya di The Energy Bus.

~ Artikel ini sudah dibaca 20 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!