fbpx
October 28, 2015

Seni Melepas Kebiasaan Mengeluh dan Mengomel

Banyak orang berbuat sia-sia. Mereka telah mempersulit hidup mereka sendiri, membuang-buang kekuatan dan energi untuk hal-hal yang tidak penting terutama “mengeluh” dan “mengomel”.

Apakah Anda pernah mengeluh dan mengomel? Berikut adalah gambaran diri Anda sendiri jika Anda pernah melakukannya. Kata “Mengomel” dalam bahasa inggris adalah “fume” memiliki arti mendidih, meledak, mengeluarkan uap, gelisah, kelimpungan, kebingungan. Kata “Mengeluh” atau “Fret” menggambarkan anak yang rewel di malam hari, orang yang merajuk setengah menangis, setengah merengek, berhenti sebentar, lalu merengek lagi. Perilaku inilah yang sangat menjengkelkan, memekakkan, dan mengganggu. Mengeluh juga merupakan istilah kekanak-kanakan, tetapi kata ini juga mendeskripsikan reaksi emosional sebagian besar orang dewasa.

Di satu sisi, generasi sekarang ini, khususnya di kota-kota besar adalah generasi yang menyedihkan karena efek tekanan, kesenangan fana, dan kebisingan. Di sisi lain, orang dewasa dalam hal ini berpendapat “kehidupan itu hari demi hari”. Perkataan ini tentu saja mengungkapkan besarnya tekanan, tanggung jawab, dan ketegangan kehidupan sehari-hari. Tuntutan kehidupan yang gigih dan memaksa adalah tekanan yang provokatif.

Pelajarilah seni melepas segala kegelisahan agar Anda bisa mengatasi rasa ingin mengeluh dan mengomel. Untuk melakukannya, berhentilah pada waktu-waktu tertentu dan tegaskan “Sekarang saya melepaskan kegelisahan-kegelisahan mengalir keluar dari diri saya. Saya berada di kedamaian”, Jangan mengomel, jangan mengeluh, berlatihlah menjadi damai.

Untuk mendapat tingkatan kehidupan yang efisien ini, cobalah bayangkan pikiran-pikiran yang damai. Setiap hari kita melakukan berbagai macam tindakan yang dikhususkan untuk merawat tubuh dengan baik. Dengan cara yang sama kita harus menyisihkan waktu dan merancang kegiatan untuk menjaga pikiran kita tetap sehat. Salah satu cara untuk melakukan hal ini adalah duduk diam dan melintaskan berbagai pikiran damai.
Setidaknya satu kali dalam dua puluh empat jam, terutama di waktu tersibuk, dengan sengaja hentikan apa pun yang Anda lakukan selama sepuluh menit atau lima belas menit dan ciptakan keheningan. Ada waktu tertentu, ketika kita sangat perlu memeriksa kecepatan langkah kita yang tunggang-langgang dengan sengaja, dan harus ditekankan bahwa satu-satunya cara untuk berhenti adalah dengan berhenti. Dengan demikian langkah awal dalam memperoleh ketenangan adalah mendisiplinkan reaksi tubuh Anda. Secara alamiah, orang yang sangat teratur tidak ingin kehilangan sifat tanggapnya yang peka dan tajam, tetapi latihan bersikap tenang menjadi seimbang secara emosional. Intinya untuk menghindari mengeluh dan mengomel terhadap suatu hal yaitu dengan bersikap tenang dan berpikir positif.

Tips Inspirasi ini bisa Anda dapatkan lagi paga buku The Power Of Positive Thinking, karya Norman Vincent Peale.

~ Artikel ini sudah dibaca 34 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!