December 6, 2017

Sering Merasa Cemas? Simak Cerita dari Mantan Presiden Amerika Serikat

Smart Leaders, apakah Anda sering merasa tegang? Ketika kita menghadapi suatu masalah atau tantangan, kita sering merasa cemas, tegang, terbebani.

Apa pun keadaannya, Anda tidak perlu merasa tegang. Walaupun keadaan dalam kondisi super tegang, Anda tidak perlu merasa cemas. Anda bisa menyingkirkan kecemasan jika Anda merasa bisa.

Suatu hari di Gedung Putih, pada masa pemerintahan Presiden Nixon, terjadi aksi unjuk rasa besar. Orang-orang membawa papan bertuliskan kata-kata yang sangat tidak terpuji dan meneriakkan segala macam bahasa yang tak senonoh. Mereka membawa peti mati dan menyebut Presiden sebagai pembunuh. Teriakan ini bisa terdengar samar dari Ruang Oval, kantor presiden.

Pada pukul empat sore, Presiden Nixon telah menangani segala macam urusan internasional. Menanggapi kondisi tersebut, ia tetap tenang, tidak nampak kecemasan sedikit pun dari raut wajah dan bahasa tubuhnya.

Norman Vincent Peale, yang kebetulan berada di Ruang Oval bersama Nixon bertanya, “Tuan Presiden, dengan semua masalah dunia ditambah apa yang terjadi di luar kantor Anda, bagaimana bisa Anda bersikap begitu tenang?”

“Yah, karena saya merasa tenang,” jawabanya.

“Tapi bagaimana Anda menjaga agar tidak merasa tegang?”

“Begini, mereka punya hal berunjuk rasa dan berteriak di luar sana, mengatakan apapun yang mereka inginkan. Ini negara merdeka, dan mereka warga negara Amerika Serikat. Saya hanya melakukan apa yang menurut saya benar. Jika kita melakukan apa yang menurut kita benar, kita tidak perlu merasa tegang.”

Pada kesempatan lain, Peale bercakap-cakap dengan Presiden Harry Truman.

“Tuan Presiden, tidakkah Anda pernah merasa tegang? Anda selalu terlihat sangat tenang,” tanya Peale.

“Mengapa tidak?” jawab Presiden Truman. “Saya bukan sosok epik dalam sejarah. Saya terpilih melakukan pekerjaan ini dan berniat melakukan yang terbaik. Saya datang ke kantor ini setiap pagi dan tinggal selama berjam-jam melakukan yang harus dilakukan sesuai kemampuan terbaik saya. Ketika telah melakukan yang terbaik sesuai kemampuan kita, kita tidak bisa melakukanya lebih baik lagi. Jadi, saat saya pergi tidur di malam hari saya menyerahkannya kepada Tuhan dan melupakannya. Saya berkata, ‘Tuhan, aku melakukan yang terbaik hari ini. Sekarang silakan Kau mengambil alih.’ Lalu saya pergi tidur. Setelah Tuhan menyelesaikannya, para pemilih menyalahkan saya. Saya tahu itu.”

Smart Leaders, jika seorang kepala negara, dengan segala kekacauan yang secara terus-menerus datang menghampirinya, bisa berkata kita tidak perlu merasa tegang, lalu kenapa kita harus merasa cemas tentang berbagai hal kecil yang menghampiri Anda?

Dapatkan lebih banyak kisah yang mengubah cara berpikir Anda menghadapi hidup dalam buku You Can If You Think You Can

~ Artikel ini sudah dibaca 3 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!