fbpx
July 10, 2017

Editor Pick For #LOTD: Tak Ada yang Perlu Ditakutkan, Kenyataan Dunia Kerja Berikut Ini Perlu Anda Ketahui

Smart Leaders,

Menurut kebanyakan orang yang sudah memasuki dunia kerja, mereka mempunyai pertimbangan yang cukup menarik. Bagi mereka, dunia perkuliahan belum ada apa-apanya, kalau dibandingkan dunia kerja. Banyak juga yang bilang jika dunia kerja itulah dunia yang sesungguhnya. Hidup Anda, atau apapun yang Anda lakukan dan biasakan di masa kecil hingga masa kuliah, talenta yang Anda miliki, akan terlihat dan digunakan ketika Anda berada di dunia kerja. Sebab di sana yang dibutuhkan bukan hanya ilmu yang Anda punya. Tapi juga keterampilan lain seperti cara Anda berkomunikasi, sampai sejauh mana mental Anda bisa terus bertahan di tengah tantangan sekaligus tekanan kerja. Kalau dibayangkan memang rasanya cukup menyeramkan. Sampai membuat Smart Leaders diam-diam berpikir kalau ini toh relevansi dari omelan orangtua semasa kecil hingga kuliah, saat Anda terlalu boros, sementara uang masih minta dengan mereka.

Mencari uang itu sulit, nak….

Kira-kira seperti itulah kalimat yang sering kita dengarkan. Tapi apa iya kenyataan dunia kerja sebegitu menyeramkannya? Bagaimana kalau Anda menjalaninya dengan santai dan ikhlas, karena memang yakin ada tujuan yang besar dari perjuangan ini? Yuk simak beberapa hal di bawah ini untuk membangkitkan semangat Anda.

1. Di balik deadline setiap harinya, Anda bisa menemukan rekan-rekan kerja yang bisa diajak berbagi apa saja

Bukan kerja namanya kalau setiap harinya tak ada tugas yang harus diselesaikan saat itu juga. Biasanya memang tugas harian Anda ini sudah jelas, semisal dalam sehari Anda harus mengedit beberapa naskah. Terkadang Anda pun masih harus menghadapi pekerjaan tambahan yang kalau dibayangkan saja memang sudah rumit dan pengap rasanya. Tapi di balik semua beban deadline pekerjaan yang harus Anda pikul ini, setidaknya dalam setiap hari pula Anda selalu punya kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang asyik dan seru.

Sekalipun orang bilang mencari rekan tim kerja yang bisa dijadikan teman baik itu sulitnya setengah mati. Kadang ada yang kelihatannya baik, tapi ternyata diam-diam menusuk dari belakang. Ada yang memang baik, tapi justru menjaga jarak. Tapi, kenyataannya pun tak seperti yang banyak dibicarakan oleh orang-orang. Masih ada rekan tim kerja yang bisa diajak berbagi entah pengalaman, keterampilannya, bahkan cerita hidup sampai candaan yang murni tanpa ada embel-embel ‘cari muka di depan’. Bahkan ada pula cerita di luar sana, dari rekan tim kerja, justru jadi rekan tim masa depan alias pasangan suami istri.

2. Lelah Anda terganti dengan keuntungan yang tak hanya materi, tapi juga pengalaman yang memberi kepuasan tersendiri

Setiap hari – terkecuali akhir pekan – Anda harus bangun jam 5 hingga 6 pagi, berangkat kantor jam 7.30-an, sampai kantor dan mulai bekerja jam 8 pagi sampai dengan jam 5 sore, lalu tiba di rumah biasanya senja sudah beranjak dari peranduannya. Rasa-rasanya lelah sudah pasti membayang. Tapi bukankah Anda bekerja juga untuk mendapatkan materi.

Kalaupun orang bilang materi kadang tak bisa mengganti waktu atau membeli kebahagiaan. Bukankah masih ada pengalaman demi pengalaman yang bisa memuaskan hati. Semisal saat bekerja di media start-up, Anda tak hanya bisa menulis saja, tapi sesekali harus belajar fotografi, bahkan sesekali juga harus mengerti bagaimana menjual produk ke brand-brand besar.

Bayangkan, jika kelak pengalaman Anda ini dibagi dan dijadikan bahan pelajaran untuk generasi-generasi selanjutnya. Selain kebanggaan, pasti ada rasa lega juga ‘kan?

3. Anda selalu punya kesempatan untuk naik jabatan, saat pekerjaan yang Anda kerjakan selalu terlaksana dengan sebaik-baiknya.

Karena setiap pekerjaan sudah pasti ada jenjang karirnya. Sementara untuk membuatnya tak hanya tampak nyata di hadapan kita tapi juga bisa diraih, Anda harus bekerja dengan sebaik-baiknya. Meski terkadang jenjang karir itu sendiri tak hanya ada dalam pekerjaan yang sedang Anda jalani.

Bisa saja di pekerjaan Anda sekarang ini jadi masa di mana Anda mengumpulkan modal untuk membuat suatu usaha yang memang sudah Smart Leaders rancang. Sebab dalam hidup ini Anda tak hanya memerlukan pengalaman. Tapi juga bagaimana caranya pengalaman tadi jadi batu pijakan untuk membawa Anda kepeningkatan demi peningkatan.

4. Ada saatnya juga Anda dan yang lainnya merasakan liburan bersama untuk penambah semangat kerja

Atasan Smart Leaders boleh disiplin sekali, tapi biar bagaimanapun dia tetap punya sisi manusiawi. Dia kadang membuat acara khusus untuk para pegawainya, seperti makan-makan atau nonton film bersama  di hari yang Anda masuk kerja. Kadang ada juga yang memang memberi fasilitas seperti games di kantor. Bahkan sampai membuat aturan friyay, di mana setiap hari Jumat karyawannya boleh serius bekerja hanya sampai jam makan siang. Sementara sisanya jam kantornya bisa dihabiskan untuk kegiatan seru lainnya. Setidaknya tak semua kantor isinya serius terus. Bener kan?

5. Bukankah dengan bekerja, kebutuhan Anda cukup terpenuhi dengan cukup baik, sampai makan siang pun pastinya terjamin

Kalau tak kerja, mau makan pakai apa?!

Smart Leaders, sudah bisa dipastikan bukan? Kalau kalimat itu sudah tak asing lagi untuk Anda. Hampir semua orang tujuannya bekerja ya memang untuk mencukupi kebutuhannya, mulai dari yang pokok seperti sandang, pangan, papan, sampai yang tersier dan skunder yang biasanya tak jauh dari generasi zaman sekarang ini. Lalu Anda, bukankah tujuan Smart Leaders bekerja salah satunya untuk mencukupi kebutuhan. Beruntung lagi kalau perusahaan tempat Anda bekerja ini peduli sekali dengan pegawainya, membuat kebutuhan Anda seperti makan siang tercukupi dengan sangat baik. Bukankah ini salah satu hal yang harus Anda syukuri, bukan untuk di khawatirkan.

Jadi sampai di sini, masih ada yang takut dengan bayang-bayangan dunia kerja? Sebenarnya pekerjaan Anda akan terasa sedikit ringan, kalau saja Anda menghadapi segala sesuatunya dengan santai.

Ciaaaayyyoooo Smart Leaderss!!

~ Artikel ini sudah dibaca 6 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!