November 14, 2017

Tentang Sebuah Keberanian Untuk Bergerak dari Zona Nyaman “Malas Gerak”

 

Smart Leaders,

Siapa sihh yang tidak sering terjebak dalam zona Mager alias zona Males Gerak yang dipopulerkan oleh generasi masa kini. Baik generasi zaman sekarang atau sebelumnya, istilah mager ini pastinya sudah merasuki alam bawah sadar, dan terbawa kepopulerannya di dunia kerja yang sering di sebut zona nyaman.

Jika seseorang berada dalam posisi Mager atau zona nyaman, ketakutan kerap sekali menyekap agar mereka terperangkap dan terperosok jauh dalam zona nyaman. Alasannya cukup sepele, karena kurangnya keberanianlah yang membuat mereka enggan untuk keluar dari zona nyaman. Banyak sekali kekhawatiran seseorang ketika ingin mengundurkan diri dari perusahaan, berpindah lokasi kerja, mengajukan tawaran untuk posisi yang lebih tinggi, mencoba berbisnis, atau sekadar mengemukakan inovasi. Padahal dari sekian banyak alasan  yang mereka lontarkan, semua tetaplah perihal yang sama, alias malas bergerak untuk hal lebih baik lagi.

Smart Leaders, dalam dunia profesional, kurangnya rasa keberanian memang bisa “memenjarakan” kita. Sering kali orang melihat peluang, tetapi tidak kunjung beranjak karena merasa tidak berani. Padahal keberanian itu semua berawal dari pengenalan terhadap diri sendiri. Terkadang kita perlu becermin untuk mengetahui keunggulan dan keunikan diri sendiri dibandingkan orang lain. Jika pada kenyataannya Anda berbeda cobalah untuk membuka diri, karena ini jalan satu-satunya bagi Anda untuk merangsang keberanian Anda timbul.

Dari sekarang, jika Anda memiliki ide, kreasi, atau inovasi, cobalah untuk mengungkapkan hal itu terutama dalam skala tim atau rekan Anda di dunia kerja. Kemukakanlah pendapat dan pemikiran Anda. Bagaimana jika pemikiran atau pendapat Anda salah? Tidak masalah. Orang lain akan mengoreksi dan menambah sudut pandang baru. Bagaimana jika ada orang yang mengejek atau menghina pendapat atau ide dan kreativitas Anda lainnya? Tidak masalah. Anda jadi tahu karakter orang tersebut. Respons orang lain juga bisa membuat Anda lebih bisa menyaring orang-orang yang dipercaya dan cocok diajak bekerja sama, baik dalam berkarier maupun berbisnis.

Bagaimana jika banyak orang tidak setuju dan tidak menyukai hal yang Anda lakukan padahal tidak ada kesalahan di dalamnya? Jawabannya, biarkan saja. Ini jalan hidup Anda dalam meraih mimpi. Selama berada di jalur yang menurut Anda benar dan bertindak dalam koridor yang tepat, pendapat orang lain tidak perlu dipusingkan

Pada intinya, Anda hanya perlu meyakini dan mempercayai diri sendiri. Dengarkan suara hati yang menuntun Anda. Meskipun tidak mudah, menjalani sesuatu sesuai intuisi dan kata hati lebih membuat perasaan nyaman, tenang, dan damai dibandingkan harus melawan kata hati.

 

Sumber: kompas.com

~ Artikel ini sudah dibaca 8 kali

Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!